Kambing Hutan Sumatera

Banyak kita jumpai kambing kacang, kambing etawa, kambing bligon namun dari kita banyak yang tidak mengetahui bahwa ada satwa endemik pulau sumatera yang banyak orang tidak mengetahui yaitu kambing hutan Sumatera. Masih sedikit penelitian tentang kambing sumatera sehngga masih minim referensi. Sedikit telaah yang diketahui adalah spesies ini merupakan satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Kambing hutan sumatera atau dalam bahsa inggris disebut Sumatran Serow ini merupakan jenis kambing yang hanya ada di hutan dipulau Sumatera. Kambing hutan Sumatera hidup soliter. Namun begitu terkadang ia juga berjalan dalam group kecil. Kambing ini juga mempertahankan tepat dihuta untuk mempertahankan tempat minumdan makan. Makanan kambing ini seperti kambing lainnya yaitu dedaunan dan rerumputan.

Ciri-ciri kambing hutan Sumatera adalah bertanduk ramping, pendek dan melengkung ke belakang. Berat badannya antara 50-60 kg dengan panjang antara 140 – 180 cm. Saat dewasa, tingginya mencapai 94 cm. Cara kambing sumatera jika menandai kekuasaannya adalah dengan mengeluarkan kotoran dan air seni.

Kambing hutan Sumatera tentunya berbeda denga kambing biasanya, karena jenis ini adalah perpaduan antara kambing dan antelop. Kambing ini merupakan satwa yang tangkas memanjat lereng terjal yang biasanya hanya bisa dicapai oleh manuisa. Kambing ini biasanya hidup di dataran tinggi sekitar 200 meter dari puncak dataran tinggi di Sumatera atau bukit-bukit kapur. Kambing ini biasanya aktif pada pagi dan sore hari dan siangnya istirahat.

Pada saat ini kambing hutan Sumatera sisanya tinggal beberapa. Populasinya yang tersisa hanya di beberapa taman Nasional saja. Intenational Union for the Conservation of Nature and Natural Resources ( IUCN ), Memasukkan satwa ini dalam kategori Rentan ( Vulnerable / VU ).  Pemerintah Indonesia juga menetapkan kambing hutan Sumatera sebagai salah satu satwa yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan  PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *