APAAJA.NET – Dampak Kekurangan Vitamin C pada Anak, Vitamin C atau asam askorbat (ascorbic acid) memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh anak. Nutrisi ini berfungsi mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh, membantu pembentukan kolagen, meningkatkan penyerapan zat besi, serta berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas.
Dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan bahwa tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri. Oleh karena itu, asupan vitamin C harus dipenuhi dari makanan sehari-hari maupun, bila diperlukan, dari suplemen dengan pengawasan dokter.
Sumber Vitamin C yang Mudah Ditemukan
Vitamin C dapat diperoleh dari berbagai jenis sayur dan buah, seperti:
- Jeruk
- Kiwi
- Stroberi
- Tomat
- Bayam
Selain dari makanan alami, vitamin C juga tersedia dalam bentuk suplemen. Namun, dr. Reza menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter anak sebelum memberikan suplemen, guna memastikan jenis dan dosis yang sesuai.
Baca Juga; Lebih dari Sekadar Bumbu Dapur, Ini 5 Manfaat Jahe untuk Kesehatan Tubuh
Dampak Kekurangan Vitamin C pada Anak
Vitamin C berperan besar dalam pembentukan kolagen, yaitu protein yang menyusun kulit, tulang, gigi, pembuluh darah, dan jaringan tubuh lainnya. Jika asupan vitamin C tidak mencukupi, proses pembentukan kolagen akan terganggu sehingga jaringan tubuh menjadi lebih mudah rusak.
Dalam kondisi kekurangan vitamin C jangka panjang, anak berisiko mengalami skorbut (scurvy). Meski jarang, penyakit ini tetap dapat terjadi.
“Skorbut disebabkan oleh kekurangan vitamin C dalam waktu lama. Kondisi ini memang jarang karena vitamin C cukup mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari,” jelas dr. Reza.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Kekurangan Vitamin C
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin C pada anak antara lain:
- Asupan vitamin C yang sangat minim
- Gangguan makan
- Gangguan penyerapan nutrisi
- Sedang menjalani kemoterapi
Sementara pada orang dewasa, risiko lebih tinggi ditemukan pada perokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Gejala Kekurangan Vitamin C pada Anak
Pada tahap awal, kekurangan vitamin C sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika berlangsung lebih dari empat minggu, gejala skorbut dapat mulai muncul, seperti:
- Anak tampak kurang aktif
- Nafsu makan menurun
- Berat badan sulit naik
Jika kondisi sudah berat, dapat terjadi:
- Pembengkakan dan perdarahan gusi
- Nyeri sendi
- Luka yang sulit sembuh
- Dislokasi tulang
Mengapa Skorbut Jarang Terjadi pada Anak?
Menurut dr. Reza, skorbut pada anak tergolong jarang karena:
- ASI mengandung vitamin C
- Susu formula telah diperkaya vitamin C
- MPASI umumnya mengandung sumber vitamin C dari buah dan sayur
Pola makan seimbang sejak dini sangat membantu menurunkan risiko kekurangan vitamin C.
Kebutuhan Vitamin C Anak Berdasarkan Usia
Berikut kebutuhan vitamin C harian anak:
- Bayi 0–5 bulan: 40 mg/hari
- Bayi 6–11 bulan: 50 mg/hari
- Anak 1–3 tahun: 40 mg/hari
- Anak 4–9 tahun: 45 mg/hari
Seorang anak dicurigai mengalami defisiensi vitamin C jika hasil pemeriksaan kadar vitamin C darah menunjukkan angka kurang dari 0,2 mg/dL.
Cegah Sejak Dini dengan Pola Makan Seimbang
Meski jarang terjadi, kekurangan vitamin C tetap perlu diwaspadai. Dengan memastikan anak mengonsumsi buah dan sayur secara rutin sesuai usianya, orang tua dapat membantu mencegah gangguan kesehatan akibat defisiensi vitamin C dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


