Mengejutkan! Hampir Semua Insiden Rem Blong Mobil Ternyata Berasal dari Kesalahan Sopir

APAAJA.NET  Banyak orang beranggapan bahwa rem blong selalu disebabkan oleh kerusakan mobil. Faktanya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan mobil yang rajin servis pun tidak dijamin bebas dari risiko rem blong, jika pengemudinya mengabaikan aspek keselamatan dasar.

Hal ini diungkapkan oleh Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motor Bintaro. Menurutnya, hampir semua insiden rem blong memiliki benang merah yang sama, yakni kurangnya kesiapan dan kesadaran dari sopir.

Pentingnya Persiapan Sebelum Perjalanan

Servis Sistem Rem Bukan Sekadar Formalitas

Eko menegaskan bahwa perawatan mobil, terutama sebelum perjalanan jauh, merupakan langkah antisipasi paling penting untuk mencegah masalah di jalan.

“Yang terpenting ada usaha untuk menekan segala kemungkinan masalah di jalan, seperti misal rem blong, maka konsumen perlu servis sistem rem mobil sebelum mobil digunakan,” ujar Eko.

Servis sistem rem menjadi cara paling ampuh untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, mulai dari kampas rem, minyak rem, hingga kondisi selang dan master rem.

Baca Juga: Ayam Cincane Samarinda: Hidangan Merah Khas Kalimantan Timur yang Harum, Manis, dan Selalu Jadi Primadona!

Kesalahan Sopir Jadi Faktor Utama

Tanda Awal Sering Diabaikan

Menurut Eko, rem blong umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa gejala. Jika dari awal sudah ada masalah, sebenarnya pengemudi bisa merasakannya.

“Rem blong biasanya terjadi karena kejadiannya mendadak. Jika dari awal sudah ada masalah, biasanya pengemudi akan menyadarinya,” jelas Eko.

Masalah muncul ketika pengemudi memaksakan kendaraan tetap melaju, meskipun sudah ada tanda-tanda seperti pedal rem terasa dalam, bunyi aneh, atau pengereman kurang pakem.

Baca Juga: Resep Tempe Mendoan Khas Banyumas yang Gurih, Basah, dan Menggugah Selera (Autentik Seperti di Asalnya!)

Perilaku Berkendara Juga Menentukan

Berkendara Aman Jadi Kunci

Setelah memastikan kondisi rem prima, pengemudi tetap harus mengatur perilaku berkendara. Penggunaan rem berlebihan, terutama di turunan panjang, bisa menyebabkan rem overheat dan berujung blong.

Selain itu, teknik engine brake dan menjaga jarak aman sangat penting untuk mengurangi beban kerja sistem rem.

Baca Juga: Sudah Mirip Label Baju! Mobil dan Motor Nunggak Pajak di Jabar Bakal Dipasangi Benda Ini

Jangan Ragu Datang ke Bengkel

Pemeriksaan Lebih Baik daripada Penyesalan

Eko mengimbau para pengemudi untuk tidak ragu mendatangi bengkel, meskipun hanya untuk pemeriksaan ringan.

Jika sudah muncul tanda-tanda gangguan pada sistem pengereman, sebaiknya mobil tidak dipaksakan untuk terus digunakan, karena risikonya menyangkut keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Tak Perlu Turun! Cara Hilangkan Suara Decit Rem Usai Menerjang Genangan Air!

Kesimpulan

Insiden rem blong mobil ternyata lebih sering dipicu oleh faktor sopir, bukan semata-mata kerusakan kendaraan. Servis rutin, kepekaan terhadap gejala awal, serta perilaku berkendara yang benar menjadi kunci utama pencegahan.

Baca Juga: Hasil Kejuaraan MLDSpot Autokhana 2025 Kejurnas Slalom Round 4 Purwokerto

Related Posts

Program Safety Moreno Soeprapto Mulai Terlihat, Final SCR Jadi Bukti Nyata Komitmen IMI
  • February 4, 2026

APAAJA.NET – Program safety yang dicanangkan Moreno Soeprapto sejak menjabat sebagai Ketua Umum IMI kini mulai memperlihatkan hasil nyata. Jika sebelumnya komitmen tersebut masih dianggap sebatas wacana, kini implementasinya terlihat…

Read More

Continue reading
Gilbert Giovanni Aldy Patulak Tunjukkan Daya Juang di D-Event 2026 Round 1, Pembalap Cilik Papua Ini Curi Perhatian
  • February 4, 2026

APAAJA.NET – Pembalap cilik asal Kabupaten Supiori, Papua, Gilbert Giovanni Aldy Patulak, kembali mencuri perhatian pada awal musim balap 2026. Meski baru berusia 8 tahun dan masih duduk di kelas…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *