Fenomena Running di Kalangan Anak Muda: Sehat atau Sekadar Tren?

APAAJA.NET Belakangan ini, olahraga running menjadi populer di masyarakat, terutama di kalangan anak muda. Aktivitas yang dulunya sekadar olahraga sederhana untuk menjaga kebugaran, kini telah bertransformasi menjadi gaya hidup baru di media sosial melalui berbagai ajang seperti fun run.

Running Jadi Tren Baru Anak Muda, Kenapa Begitu Populer?

Media sosial, konten olahraga, dan komunitas running saling memengaruhi secara signifikan. Fenomena ini semakin diperkuat di media sosial, dimana para pelari rutin mengunggah foto-foto mereka saat lari dan mengikuti berbagai event lari. Semakin banyaknya unggahan foto inilah yang membuat seseorang beranggapan aktivitas ini sebagai tren karena pelari terlihat keren sehingga patut untuk diikuti.

Manfaat Running bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Terlepas dari pengaruh tren, aktivitas ini memiliki manfaat seperti membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan berat badan, dan memperkuat otot serta tulang. Selain itu, running juga dapat mengurangi stress, kecemasan, dan tekanan akademik. Dengan konsistensi, running dapat menjadi alternatif aktivitas sehat di tengah gaya hidup tidak aktif.

Baca Juga: Jadwal Boxing Day Liga Inggris 2025: MU vs Newcastle Jadi Sorotan Utama Malam Ini!

Runing bisa Beresiko Apabila Tidak di Lakukan dengan Sungguh – Sungguh

Namun, tren ini bisa berisiko apabila orang-orang yang mengikutinya tidak memperhatikan teknik sehingga seseorang bisa cedera akibat kurang pemanasan dan teknik yang salah. Risiko yang lebih serius muncul apabila pola latihan berlebihan demi konten atau pencapaian dan kurangnya pemahaman tentang batas kemampuan tubuh.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan Fear of Missing Out (FOMO), dimana seseorang melakukan aktivitas ini bukan karena motivasi kesehatan, melainkan takut tertinggal tren. Memaksakan diri karena alasan malu atau FOMO sangat berbahaya bagi tubuh dan fatalnya bisa menyebabkan kematian.

Fenomena FOMO lari mungkin didorong oleh tren sosial, tetapi itu tidak mengurangi manfaatnya dan membawa pengaruh baik bagi diri sendiri  hingga lingkungan sekitar jika dilakukan dengan benar. Meskipun seseorang mulai berlari karena pengaruh sosial atau motivasi kesehatan, hasil akhirnya tetap sama, mereka bergerak, meningkatkan kesehatan, dan berpotensi menemukan hobi baru.

Baca juga: Jadwal Piala Asia Futsal 2026 Resmi Rilis! Timnas Indonesia Tantang Juara Bertahan Irak

Kesimpulan

Seiring berjalannya waktu, mereka akan sadar bahwa running bukan ajang pembuktian sosial. Tren ini pada akhirnya menggeser gaya hidup banyak orang dengan membuat olahraga sebagai bagian kehidupan masyarakat modern. Agar dampak yang dirasakan optimal, aktivitas ini harus dibarengi dengan pemahaman teknik lari yang tepat.

Baca Juga: Rooney Geram! Man United Wajib Belanja Pemain Januari Jika Tak Mau Gagal ke Empat Besar

Related Posts

Premier League Makin Panas! Sensasi Jadi Manajer di Fantasy FPL Mansion Sports 2025 dengan Hadiah Rp 88 Juta
  • December 30, 2025

APAAJA.NET – Kompetisi Premier League 2025 semakin seru memasuki pertengahan musim. Setiap pekan selalu menyajikan kejutan, gol spektakuler, dan perubahan klasemen yang sulit ditebak. Kini, keseruan itu bisa kamu rasakan…

Read More

Continue reading
Jadwal Piala Asia Futsal 2026 Resmi Rilis! Timnas Indonesia Tantang Juara Bertahan Irak
  • December 29, 2025

APAAJA.NET – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi mengumumkan bahwa Piala Asia Futsal 2026 akan berlangsung pada 27 Januari hingga 7 Februari 2026. Turnamen bergengsi ini menjadi edisi ke-11…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *