Minuman Manis dan Ancaman Penyakit di Usia Muda

APAAJA.NET Mengonsumsi minuman manis tidak terlepas dari kehidupan masyarakat, termasuk menjadi gaya hidup anak muda. Minuman seperti kopi susu kekinian, boba, minuman bersoda, hingga minuman kemasan sekarang menjadi minuman yang biasa dikonsumsi anak muda setiap harinya. Rasanya yang manis dan tampilan yang bagus membuat orang-orang tertarik untuk membelinya, tanpa menyadari risiko kesehatannya.

Fenomena Minuman Manis di Kalangan Anak Muda

Melihat fenomena saat ini, semakin maraknya gerai minuman kekinian yang menawarkan berbagai variasi rasa dan bentuk yang menarik, membuat konsumsi minuman manis semakin meningkat. Banyak diantara produk minuman manis ini juga tersedia dalam bentuk kemasan yang harganya terjangkau sehingga anak muda menormalisasikan nongkrong harus dengan mengonsumsi minuman-minuman manis.

Tanpa disadari, pola konsumsi secara berlebihan ini perlahan membuka jalan menuju masalah kesehatan.

Baca Juga: Fenomena Running di Kalangan Anak Muda: Sehat atau Sekadar Tren?

Kandungan Gula Tinggi dan Dampaknya bagi Tubuh

Kandungan gula dalam minuman manis sebenarnya dalam jumlah yang tinggi. Dalam satu gelas minuman kekinian biasanya kadar gulanya melebihi batas aman konsumsi gula harian. Kelebihan gula yang dikonsumsi akan disimpan dalam tubuh sebagai cadangan kalori, yang jika tidak digunakan lama kelamaan akan menumpuk menjadi lemak.

Dampak yang ditimbulkan bisa berupa obesitas, penyakit jantung, diabetes, gigi berlubang, kanker, dan kerusakan pada ginjal.

Baca Juga: Anak Kos Kok Sering Sakit? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

Gaya Hidup Modern dan Normalisasi Konsumsi Gula

Banyak anak muda yang beranggapan bahwa penyakit hanya akan menyerang orang tua. Padahal, dampak buruknya tidak hanya dirasakan di usia lanjut. Saat ini, kasus obesitas dan diabetes semakin banyak ditemukan pada usia muda. Kondisi ini sangat berpengaruh pada kesehatan jangka panjang.

Cara Bijak Menikmati Minuman Manis

Bukan berarti kita tidak boleh sama sekali untuk mengonsumsi minuman manis, tetapi perlu adanya upaya pencegahan  seperti mengurangi frekuensi konsumsi minuman manis atau memilih minuman dengan pemanis alami, utamakan air putih, serta membiasakan untuk membaca label gizi.

Baca Juga: Tersenyum tapi Lelah: Kesehatan Mental yang Tak Terlihat

Investasi Kesehatan Dimulai dari Sekarang

Selain itu, aktivitas fisik yang teratur dan penerapan pola hidup sehat turut berperan dalam menjaga keseimbangan gula darah. Pada akhirnya, menjaga kesehatan di usia muda adalah bentuk investasi jangka panjang. Pilihan kecil hari ini, termasuk dalam memilih minuman, dapat membuat seseorang menjalani hidup dengan tenang dan nyaman hingga ke masa akan datang.

Related Posts

Viral Tren Sahur Full Protein, Dokter Gizi Ingatkan Risikonya Saat Puasa
  • February 27, 2026

APAAJA.NET – Fenomena Sahur Full Protein kembali viral di media sosial setelah sebelumnya tren “full karbo” ramai diperbincangkan. Kali ini, sebagian orang memilih sahur hanya dengan sumber protein seperti ayam,…

Read More

Continue reading
Viral Ubi Cilembu Yogurt untuk Diet, Betulan Ngefek? Ini Kata Dokter Gizi
  • February 27, 2026

APAAJA.NET – TikTok kembali menghadirkan tren makanan sehat. Kali ini, yang ramai diperbincangkan adalah kombinasi ubi Cilembu dan Greek yogurt. Banyak kreator menyebut menu ini cocok untuk diet. Bahkan, sebagian…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *