APAAJA.NET – Tanda Awal Kanker pada Perempuan, Kesibukan sehari-hari membuat banyak perempuan menempatkan kesehatan pribadi di urutan terakhir. Tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, dan aktivitas sosial sering kali membuat pemeriksaan medis baru dilakukan saat keluhan sudah terasa berat.
Padahal, menurut para ahli, mengenali perubahan kecil pada tubuh sejak dini merupakan kunci penting dalam mendeteksi kanker lebih awal dan meningkatkan peluang penanganan yang lebih baik.
Perubahan Tubuh yang Tak Biasa Patut Diwaspadai
Imunolog yang fokus pada riset onkologi dan penyakit autoimun, Dr. Susanna Greer, Ph.D., menyebut bahwa tanda awal kanker paling sering terlewat adalah perubahan tubuh yang dianggap sepele.
Secara umum, tanda peringatan awal kanker muncul dalam bentuk perubahan dari kondisi normal tubuh seseorang. Sayangnya, banyak orang terbiasa mengabaikan sinyal tersebut karena kesibukan atau menganggapnya sebagai keluhan ringan.
Gejala Dini Kanker yang Umum Terjadi
Menurut Dr. Greer, gejala awal kanker dapat muncul dengan bentuk yang sangat beragam, antara lain:
- Kelelahan yang tidak biasa dan berlangsung lama
- Perubahan kebiasaan buang air besar atau kecil
- Luka yang tidak kunjung sembuh
- Benjolan atau area tubuh yang menebal
- Keluarnya cairan tubuh yang tidak normal
Selain itu, gejala lain yang juga perlu diperhatikan meliputi batuk berkepanjangan, suara serak, sesak napas, gangguan pencernaan kronis, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, hingga perubahan pada tahi lalat.
Pendapat serupa disampaikan Dr. Alfred Vargas, MD, onkolog dan hematolog, yang menekankan pentingnya memperhatikan perubahan berat badan, kelelahan ekstrem, serta luka di kulit atau mulut yang sulit sembuh.
Baca Juga: 10 Cara Alami Menggemukkan Badan dengan Cepat dan Sehat, Terbukti Efektif!
Gejala Awal Kanker yang Spesifik pada Perempuan
Perdarahan Tidak Normal dan Benjolan Payudara
Onkolog ginekologi Dr. Kellie Rath, MD menjelaskan bahwa pada perempuan terdapat sejumlah gejala tambahan yang tidak boleh diabaikan, seperti:
- Perdarahan vagina yang tidak teratur
- Benjolan pada payudara
- Nyeri perut atau panggul yang baru muncul
- Ketidakmampuan menghabiskan porsi makan seperti biasa
- Darah dalam urine atau tinja
Gejala lain yang juga perlu diwaspadai adalah pembengkakan kelenjar getah bening, lesi kulit yang tidak normal, serta sesak napas atau batuk yang baru terjadi.
Dr. Rath menegaskan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti kanker, namun perubahan yang terjadi berulang atau bertahan lama menjadi alasan kuat untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Cara Menyampaikan Keluhan kepada Dokter
Saat berkonsultasi, pasien disarankan menjelaskan gejala secara detail, termasuk kapan mulai muncul dan mengapa terasa berbeda dari kondisi biasanya. Jika merasa cemas, membawa anggota keluarga atau teman dekat dapat membantu memberikan dukungan emosional sekaligus memastikan informasi dari dokter tidak terlewat.
Deteksi Dini Dimulai dari Kepedulian pada Diri Sendiri
Melakukan pemeriksaan rutin dan tidak menunda konsultasi medis merupakan langkah sederhana namun berdampak besar dalam mencegah kanker berkembang lebih lanjut. Dengan lebih peka terhadap perubahan tubuh, perempuan diharapkan tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga melindungi dirinya sendiri sejak dini


