APAAJA.NET – Mengenal Kanker Timus, merupakan salah satu jenis kanker langka yang berkembang di kelenjar timus, organ kecil yang berada di balik tulang dada dan tepat di atas jantung. Meski jarang terdengar, kanker ini perlu dikenali karena berhubungan erat dengan sistem kekebalan tubuh.
Timus berperan penting dalam pembentukan sel T-limfosit, yaitu sel darah putih yang membantu tubuh melawan infeksi. Ketika sel-sel di kelenjar ini tumbuh tidak terkendali, kanker timus dapat terbentuk dan memengaruhi fungsi tubuh secara luas.
Apa Itu Kanker Timus?
Kanker timus terjadi ketika sel epitel di kelenjar timus mengalami pertumbuhan abnormal dan membentuk tumor. Secara umum, kanker ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu timoma dan karsinoma timus.
Kedua jenis tersebut sama-sama berasal dari jaringan epitel timus dan dikenal sebagai thymic epithelial tumors (TETs), namun memiliki karakter dan tingkat keganasan yang berbeda.
Perbedaan Timoma dan Karsinoma Timus
Timoma
Timoma umumnya bersifat tumbuh lambat dan sering kali masih terbatas di area kelenjar timus. Jenis ini jarang menyebar ke organ lain dan memiliki prognosis yang relatif lebih baik jika terdeteksi sejak dini.
Karsinoma Timus
Berbeda dengan timoma, karsinoma timus bersifat lebih agresif. Tumor dapat tumbuh lebih cepat dan berisiko menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya. Karena sifatnya yang lebih ganas, penanganannya biasanya lebih kompleks.
Siapa yang Berisiko Terkena Kanker Timus?
Kanker timus paling sering ditemukan pada orang dewasa usia 40 hingga 75 tahun. Meski dapat terjadi pada siapa saja, penyakit ini tergolong sangat langka.
Sebagai gambaran, di Amerika Serikat jumlah kasus kanker timus diperkirakan hanya sekitar 400 kasus per tahun, menjadikannya salah satu kanker yang jarang ditemui.
Gejala Kanker Timus yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, kanker timus bisa tidak menimbulkan gejala. Namun seiring pertumbuhan tumor, beberapa keluhan berikut dapat muncul:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada
- Batuk yang tidak kunjung sembuh
- Sesak napas
- Sulit menelan
Dalam kondisi tertentu, tumor dapat menekan vena cava superior, pembuluh darah besar yang membawa darah ke jantung. Kondisi ini dikenal sebagai superior vena cava syndrome, dengan gejala seperti pembengkakan wajah dan leher, pusing, sakit kepala, serta pembuluh darah yang tampak menonjol di tubuh bagian atas.
Baca Juga: Main Gim Semalaman, Pria Ini Hampir Buta akibat Stroke Mata
Kaitan Kanker Timus dengan Gangguan Autoimun
Menariknya, timoma sering dikaitkan dengan gangguan autoimun atau paraneoplastic syndrome, yaitu kondisi ketika sistem imun justru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Beberapa gangguan yang kerap menyertai kanker timus antara lain:
- Miastenia gravis, ditandai dengan kelemahan otot
- Anemia, akibat gangguan produksi sel darah merah
- Mudah terinfeksi, karena rendahnya antibodi dalam tubuh
Stadium Kanker Timus
Kanker timus diklasifikasikan ke dalam beberapa stadium berdasarkan ukuran tumor dan tingkat penyebarannya.
- Stadium awal: kanker masih terbatas di kelenjar timus
- Stadium lanjut: kanker telah menyebar ke jaringan atau organ lain
Semakin tinggi stadium, semakin kompleks penanganan yang dibutuhkan.
Pilihan Pengobatan Kanker Timus
Pengobatan kanker timus sangat bergantung pada jenis kanker dan stadiumnya. Beberapa metode penanganan yang dapat dilakukan meliputi:
- Operasi pengangkatan tumor
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Terapi target
- Imunoterapi
- Partisipasi dalam uji klinis
Peluang kesembuhan bervariasi pada setiap pasien dan dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, stadium kanker, serta respons terhadap terapi.
Meski tergolong kanker langka, kanker timus memiliki dampak serius karena berhubungan langsung dengan sistem kekebalan tubuh. Mengenali gejala, jenis, dan faktor risikonya sejak dini dapat membantu meningkatkan peluang penanganan yang lebih baik. Jika muncul keluhan di area dada yang tidak biasa, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk memastikan diagnosis yang tepat.


