Terkuak! Quantum Computing Disebut Bakal Mengubah Dunia Teknologi Lebih Cepat dari Internet

APAAJA.NET Perkembangan teknologi dari tahun ke tahun terus menghadirkan kejutan luar biasa. Komputer yang dulu hanya mampu melakukan perhitungan sederhana, kini berkembang menjadi mesin super cepat yang mendukung berbagai industri. Namun, inovasi teknologi tidak pernah berhenti. Salah satu terobosan yang kini mulai ramai dibicarakan adalah Quantum Computing, sebuah teknologi canggih yang diyakini akan menjadi fondasi komputasi masa depan.

Meski masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, teknologi ini perlahan mulai diperkenalkan dan diteliti secara serius oleh para ilmuwan dunia, termasuk akademisi di tanah air.

Apa Itu Quantum Computing?

Pengertian Quantum Computing

Quantum Computing atau komputasi kuantum adalah teknologi komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum untuk memproses data. Berbeda dengan komputer konvensional yang menggunakan bit (0 dan 1), komputer kuantum menggunakan qubit yang mampu berada dalam banyak keadaan sekaligus.

Menurut Agung Trisetyarso, Ph.D, Head of Concentration Computer Science di program Doctor of Computer Science (DCS) BINUS University, teknologi ini memungkinkan komputer bekerja jauh lebih cepat dan efisien, bahkan untuk menyelesaikan masalah komputasi yang sebelumnya mustahil diselesaikan komputer klasik.

Baca Juga: Resep Kue Gabus Gurih dan Lembut, Cemilan Jadul yang Bikin Nagih!

Mengapa Quantum Computing Penting?

Quantum Computing diyakini menjadi solusi atas keterbatasan komputasi saat ini, terutama dalam kebutuhan kecepatan tinggi dan kapasitas memori besar. Teknologi ini diprediksi akan mencapai titik revolusi besar pada tahun 2025 dan seterusnya.

Sejarah dan Awal Pengembangan Quantum Computing

Lahir dari Teori Kuantum

Gagasan Quantum Computing berakar dari teori kuantum yang dikembangkan oleh ilmuwan besar seperti Max Born, Erwin Schrödinger, Werner Heisenberg, dan Wolfgang Pauli. Teori ini mematahkan pandangan klasik bahwa segala sesuatu bersifat deterministik.

Pada tahun 1980-an, fisikawan peraih Nobel Richard Feynman mengemukakan ide revolusioner bahwa fenomena kuantum hanya dapat disimulasikan secara akurat menggunakan komputer berbasis teori kuantum, bukan komputer klasik.

Baca Juga: Sering Minum Susu tapi Jarang Makan? Ini Penjelasan Ahli Gizi soal Gizi Anak

Komputasi Berbasis Probabilitas

Berbeda dari fisika klasik, teori kuantum bekerja berdasarkan probabilitas. Inilah yang membuat Quantum Computing memiliki kemampuan komputasi paralel yang luar biasa cepat dan kompleks.

Perkembangan Quantum Computing di Dunia

Saat ini, teknologi Quantum Computer masih dikembangkan secara intensif di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang. Perusahaan teknologi raksasa seperti IBM, Google, dan Intel menjadi pionir dalam pengembangan super komputer berbasis kuantum.

Riset Quantum Computing di Indonesia

Peran BINUS University

Meski masih dalam tahap awal, Indonesia tidak tertinggal sepenuhnya. Di BINUS University, riset Quantum Computing telah dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari komputasi finansial, kecerdasan buatan, energi, perikanan, hingga keamanan siber.

Agung Trisetyarso, Ph.D juga melakukan penelitian terkait computational economic dan disruptive innovation ecosystem menggunakan model Quantum Computing. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam ekosistem inovasi dapat memicu gangguan besar pada industri.

Baca Juga: Resep Salad Buah Mayonaise Super Segar: Rahasia Camilan Sehat yang Bikin Nagih!

Contoh Kasus Disrupsi Teknologi

Sebagai contoh nyata, kemunculan transportasi online telah mengguncang perusahaan taksi konvensional. Fenomena ini dapat dianalisis menggunakan pendekatan komputasi kuantum untuk memahami pola disrupsi dan adaptasi teknologi.

Quantum Computing Bukan Sekadar Masa Depan

Quantum Computing bukan sekadar teknologi futuristik yang sulit dipahami. Di balik kompleksitasnya, teknologi ini mampu menjelaskan fenomena sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Alih-alih ditakuti, perkembangan teknologi seharusnya dipelajari dan dimanfaatkan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan efisiensi kehidupan manusia.

Dengan dukungan institusi pendidikan seperti BINUS University, pemahaman dan riset Quantum Computing di Indonesia diharapkan terus berkembang dan berkontribusi pada inovasi global.

Related Posts

Lampu LED Mobil Lebih Terang Tapi Tak Selalu Sempurna? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
  • January 12, 2026

APAAJA.NET – Teknologi lampu LED kini semakin mendominasi dunia otomotif. Tak hanya digunakan sebagai lampu utama, LED juga diaplikasikan pada lampu rem, sein, DRL (Daytime Running Light), hingga lampu kabin.…

Read More

Continue reading
HP Pamer PC All-in-One Berbentuk Keyboard, Tinggal Colok ke Monitor di CES 2026
  • January 11, 2026

APAAJA.NET – HP Pamer PC All-in-One Berbentuk Keyboard, Pameran Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali menjadi ajang unjuk gigi perangkat teknologi unik. Salah satu yang mencuri perhatian…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *