APAAJA.NET – Apa Itu Sholat Nisfu Syaban?
Sholat Nisfu Syaban adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam pertengahan bulan Syaban, yaitu malam tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Malam ini dikenal sebagai salah satu malam yang memiliki keutamaan besar, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti sholat sunnah, doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an.
Menurut Kalender Hijriah Kementerian Agama RI Tahun 2026, malam Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada:
- Senin malam, 2 Februari 2026
- (karena pergantian hari Hijriah dimulai sejak terbenam matahari)
Keutamaan Malam Nisfu Syaban
Dalil Hadits tentang Malam Nisfu Syaban
Keistimewaan malam Nisfu Syaban dijelaskan dalam beberapa hadits. Salah satu hadits yang sering dikutip diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT melihat seluruh makhluk-Nya, lalu mengampuni semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang saling bermusuhan.”
(HR Thabrani, Baihaqi, Daruquthni, dan Ibnu Hibban)
Hadits ini menunjukkan bahwa malam Nisfu Syaban adalah waktu pengampunan dosa, sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak taubat dan memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Hukum Sholat Nisfu Syaban Menurut Ulama
Pendapat Ulama yang Menganjurkan
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah, termasuk sholat sunnah. Beliau menyebutkan anjuran sholat 100 rakaat, dengan ketentuan:
- Setiap rakaat membaca Al-Fatihah
- Dilanjutkan membaca Surah Al-Ikhlas 10 kali
Menurut Imam Al-Ghazali, menghidupkan malam-malam yang memiliki keutamaan hukumnya sunnah dan termasuk amal saleh.
Pendapat Ulama yang Berbeda
Sebagian ulama seperti Ibnu Dihyah menyatakan bahwa tidak terdapat dalil shahih yang secara khusus menetapkan sholat tertentu dengan jumlah rakaat tertentu pada malam Nisfu Syaban.
Namun, Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa menegaskan bahwa:
Sholat sunnah pada malam Nisfu Syaban, baik dikerjakan sendiri maupun berjamaah, adalah perbuatan yang baik dan telah dilakukan oleh ulama salaf.
Kesimpulan Hukum
Sholat Nisfu Syaban hukumnya sunnah, selama tidak diyakini sebagai ibadah wajib atau memiliki tata cara yang pasti seperti sholat fardhu.
Waktu Pelaksanaan Sholat Nisfu Syaban
Sholat Nisfu Syaban dilaksanakan pada malam hari, yaitu:
- Setelah sholat Magrib
- Hingga sebelum waktu Subuh
Tahun 2026: mulai Senin malam, 2 Februari 2026.
Niat Sholat Nisfu Syaban
Bacaan Niat
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnata nishfi sya‘bân rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Jika tidak ingin mengkhususkan, boleh berniat sholat malam (tahajud).
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Langkah-Langkah Pelaksanaan
- Dilaksanakan 2 rakaat satu salam
- Jumlah rakaat boleh bebas sesuai kemampuan (sebagian ulama menyebut 100 rakaat sebagai anjuran)
- Setiap rakaat membaca:
- Al-Fatihah
- Al-Ikhlas (bisa 1–10 kali)
- Tata cara sama seperti sholat sunnah lainnya
- Diakhiri dengan doa, istighfar, dan sholawat
Tidak ada bacaan wajib khusus selain bacaan sholat pada umumnya.
Baca Juga: Kenapa Banyak Negara Wajibkan Registrasi SIM Card? Ini Dampaknya bagi Privasi Digital
Doa Malam Nisfu Syaban
Anjuran Memperbanyak Doa
Selain sholat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada malam Nisfu Syaban. Salah satu doa yang masyhur diriwayatkan oleh Syekh Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar.
Isi doa tersebut pada intinya memohon:
- Ampunan dosa
- Kelapangan rezeki
- Dicatat sebagai hamba yang bahagia dan diberi taufik
- Kebaikan dunia dan akhirat
Doa boleh dibaca dalam bahasa Arab maupun bahasa Indonesia, karena Allah Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya.
Kesimpulan
Sholat Nisfu Syaban adalah ibadah sunnah yang dikerjakan pada malam pertengahan bulan Syaban sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait teknis pelaksanaannya, menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah, doa, dan taubat adalah amalan yang dianjurkan.
Yang terpenting adalah keikhlasan, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia sebagai persiapan menyambut bulan Ramadhan.



