Rupiah Tertekan, BI Diminta Lakukan Intervensi Agresif agar Stabilitas Terjaga

APAAJA.NET – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menguat. Kondisi tersebut mendorong Komisi XI DPR RI meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak bersikap pasif dan lebih berani melakukan intervensi agresif namun terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya volatilitas global.

Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, menilai otoritas moneter perlu mengambil langkah taktis dan di luar kebiasaan agar gejolak rupiah tidak berkembang menjadi sentimen negatif di pasar keuangan.

BI Diminta Lebih Agresif dan Taktis

Misbakhun menegaskan, BI memiliki instrumen kebijakan yang lengkap serta cadangan devisa yang memadai untuk meredam tekanan terhadap rupiah. Oleh karena itu, stabilisasi nilai tukar harus dilakukan secara aktif.

Baca Juga : Gilbert Giovanni Aldy Patulak Tunjukkan Daya Juang di D-Event 2026 Round 1, Pembalap Cilik Papua Ini Curi Perhatian

“Bank Indonesia perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar,” ujar Misbakhun dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, menjaga stabilitas rupiah bukan semata soal pergerakan angka, melainkan juga menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha, agar tekanan nilai tukar tidak merembet ke sektor riil serta melemahkan daya beli masyarakat.

Dorong Optimalisasi Instrumen Moneter

Lebih lanjut, Misbakhun mendorong BI untuk mengoptimalkan instrumen moneter berbasis pasar, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen pro-market lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk:

  • Menarik kembali capital inflow

  • Menahan laju capital outflow

  • Menjaga stabilitas pasar keuangan domestik

Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat

Baca Juga : Kupas Desain Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid: Tetap Familiar, Sentuhan Biru Jadi Pembeda

Politikus Partai Golkar ini juga menegaskan bahwa tekanan rupiah tidak mencerminkan rapuhnya fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik dibandingkan negara-negara sekelas (peer countries).

Beberapa indikator yang disorot antara lain:

  • Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif

  • Inflasi yang terjaga dalam sasaran

  • Kinerja neraca perdagangan yang solid

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat,” kata Misbakhun.

Ia menilai kondisi ini merupakan modal besar yang harus terus dikapitalisasi, sembari BI meredam gejolak nilai tukar agar tidak mengganggu capaian ekonomi yang sudah berada di jalur positif.

Baca Juga : Moreno Soeprapto, Dari DPR RI hingga Ketua Umum IMI: Bukti Konsistensi Anak Muda Pegang Banyak Peran Strategis

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah

Sejalan dengan pernyataan tersebut, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.21 WIB, rupiah berada di level Rp 16.766 per dolar AS, melemah 12 poin atau 0,07 persen.

Pasar Tunggu Data Ekonomi Penting

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut rupiah masih berpotensi bergerak konsolidatif dengan kecenderungan melemah terbatas terhadap dolar AS.

Baca Juga : Smartwatch Oppo Watch S Resmi di Indonesia, Desain Ramping dengan Baterai Tahan Lama Harga Rp 2 Jutaan

Pelaku pasar saat ini cenderung wait and see, menantikan:

  • Rilis data ekonomi penting Amerika Serikat

  • Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2025 Indonesia yang dijadwalkan diumumkan esok hari

Di sisi domestik, tekanan jual di pasar ekuitas membuat sentimen pasar belum sepenuhnya pulih, sehingga membatasi ruang penguatan rupiah.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS,” ujar Lukman.

Dalam kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp 16.700–16.850 per dolar AS.

Related Posts

Moreno Soeprapto, Dari DPR RI hingga Ketua Umum IMI: Bukti Konsistensi Anak Muda Pegang Banyak Peran Strategis
  • February 3, 2026

APAAJA.NET – Profil Moreno Soeprapto: Figur Multiperan di Politik, Otomotif, dan Bisnis Moreno Soeprapto merupakan salah satu tokoh nasional yang dikenal mampu menjalankan berbagai peran strategis secara bersamaan. Sejak 2014,…

Read More

Continue reading
Prabowo dan BGN Terkejut, Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Jadi Perhatian Serius Gedung Putih AS
  • February 3, 2026

APAAJA.NET – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini mendapat perhatian serius dari kalangan internasional, termasuk para…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *