Prabowo Suntik Modal Triliunan ke KAI, INKA, Pelni, hingga SMF: Ini Rincian Lengkapnya!

APAAJA.NETPresiden Prabowo Subianto resmi mengucurkan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp11,45 triliun kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada penghujung tahun 2025. Kebijakan strategis ini dituangkan dalam empat Peraturan Pemerintah (PP) yang diteken serentak pada 30 Desember 2025.

PMN tersebut diberikan kepada tiga BUMN di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni. Selain itu, suntikan modal juga diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF di bawah Kementerian Keuangan.

Daftar BUMN Penerima Suntikan Modal Negara

1. PT Kereta Api Indonesia (Persero)  Rp1,8 Triliun

PMN untuk PT KAI diberikan melalui APBN 2025 sebesar Rp1,8 triliun, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2025.

Tujuan PMN KAI

Pemerintah pusat menugaskan KAI untuk:

  • Menyediakan sarana perkeretaapian berupa Kereta Rel Listrik (KRL)
  • Meningkatkan pelayanan angkutan kereta api kepada masyarakat
  • Mendukung transportasi massal perkotaan yang andal dan berkelanjutan

Fokus Produk Dalam Negeri

Pengadaan dan retrofit sarana perkeretaapian ini diwajibkan:

  • Mengutamakan produk dalam negeri
  • Menyesuaikan kapasitas industri nasional
  • Mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku

Baca Juga:Program Safety Moreno Soeprapto Mulai Terlihat, Final SCR Jadi Bukti Nyata Komitmen IMI

2. PT Industri Kereta Api (Persero)  Rp473 Miliar

BUMN manufaktur perkeretaapian INKA memperoleh PMN sebesar Rp473 miliar, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 52 Tahun 2025.

Penguatan Industri Kereta Api Nasional

PMN ini digunakan untuk:

  • Meningkatkan kapasitas produksi sarana perkeretaapian
  • Mendukung penyediaan kereta rel listrik
  • Melakukan revitalisasi industri perkeretaapian dalam negeri

Bentuk Penugasan

Peningkatan kapasitas dilakukan melalui:

  • Pemenuhan fasilitas produksi dan pendukung
  • Pengembangan sistem propulsi
  • Pembangunan fasilitas produksi sistem bogie

3. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)  Rp2,5 Triliun

Pemerintah mengalokasikan PMN sebesar Rp2,5 triliun kepada Pelni, berdasarkan PP Nomor 53 Tahun 2025.

Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Penugasan kepada Pelni meliputi:

  • Penyediaan kapal penumpang
  • Mendukung konektivitas dan aksesibilitas nasional
  • Memperkuat angkutan laut kelas ekonomi

Pengadaan Kapal Baru

Pelni ditugaskan untuk:

  • Mengadakan 3 kapal penumpang kelas ekonomi
  • Melibatkan industri galangan kapal dalam negeri
  • Melakukan peremajaan armada nasional

Baca Juga: Tips Menjaga Pencernaan Tetap Sehat, Ternyata Bukan Cuma Soal Makanan, Ini Penjelasan Dokter

4. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)  Rp6,68 Triliun

PMN terbesar diberikan kepada PT SMF dengan nilai Rp6,68 triliun, sesuai PP Nomor 54 Tahun 2025, yang bersumber dari APBN 2025.

Dukung Program Perumahan Rakyat

PMN ini bertujuan untuk:

  • Menjaga keberlanjutan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)
  • Menyediakan likuiditas jangka menengah dan panjang
  • Mendukung pembiayaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

Peran Strategis SMF

SMF ditugaskan:

  • Menyediakan likuiditas kepada perbankan penyalur FLPP
  • Menjaga stabilitas pembiayaan perumahan nasional
  • Memastikan rumah terjangkau tetap tersedia bagi MBR

Baca Juga:  Rupiah Tertekan, BI Diminta Lakukan Intervensi Agresif agar Stabilitas Terjaga

Kesimpulan

Kebijakan Prabowo Subianto menyuntikkan PMN Rp11,45 triliun ke KAI, INKA, Pelni, dan SMF menunjukkan arah pembangunan yang fokus pada:

  • Transportasi massal dan konektivitas nasional
  • Penguatan industri dalam negeri
  • Akses perumahan terjangkau bagi masyarakat

Langkah ini menegaskan peran negara dalam menjaga kesinambungan layanan publik strategis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

Related Posts

Rupiah Tertekan, BI Diminta Lakukan Intervensi Agresif agar Stabilitas Terjaga
  • February 4, 2026

APAAJA.NET – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menguat. Kondisi tersebut mendorong Komisi XI DPR RI meminta Bank Indonesia (BI) untuk tidak bersikap pasif dan lebih berani melakukan intervensi agresif…

Read More

Continue reading
Moreno Soeprapto, Dari DPR RI hingga Ketua Umum IMI: Bukti Konsistensi Anak Muda Pegang Banyak Peran Strategis
  • February 3, 2026

APAAJA.NET – Profil Moreno Soeprapto: Figur Multiperan di Politik, Otomotif, dan Bisnis Moreno Soeprapto merupakan salah satu tokoh nasional yang dikenal mampu menjalankan berbagai peran strategis secara bersamaan. Sejak 2014,…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *