APAAJA.NET – DP World tunjuk CEO baru menyusul kontroversi Sultan Ahmed bin Sulayem yang masuk dalam dokumen Jeffrey Epstein. Penunjukan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru bertujuan menjaga reputasi perusahaan dan kelancaran operasi global.
Pergantian CEO di Tengah Kontroversi
Yuvraj Narayan Jadi CEO, Essa Kazim Chairman
DP World resmi menunjuk Yuvraj Narayan sebagai CEO dan Essa Kazim sebagai chairman, menggantikan posisi Sultan Ahmed bin Sulayem yang memimpin sejak 2019. Penunjukan ini diumumkan melalui Dubai Media Office di platform X, dikutip Bloomberg, Jumat (13/2).
Kontroversi muncul karena bin Sulayem diketahui menjalin hubungan dengan Epstein sebelum dan lebih dari satu dekade setelah Epstein menjalani hukuman penjara pada 2008. Korespondensi email antara keduanya mengungkap pesan pribadi, jaringan kontak bisnis, dan upaya menjembatani sejumlah kesepakatan.
Dampak Kontroversi Terhadap Investasi Global
Beberapa investor pemerintah langsung menghentikan kerja sama dengan DP World:
- British International Investment menangguhkan investasi senilai £9,9 miliar (USD 13,6 miliar)
- Caisse de Depot et Placement du Quebec menghentikan rencana investasi baru
Kedua lembaga ini menjadi mitra strategis dalam sejumlah proyek global DP World.
Profil DP World dan Operasi Global
DP World beroperasi di 83 negara dengan lebih dari 119.000 karyawan, mengelola pelabuhan besar seperti:
- Pelabuhan Jebel Ali, Dubai – terbesar di Timur Tengah
- London Gateway, Inggris
- Fasilitas logistik di Amerika Serikat dan Afrika
Sultan Ahmed bin Sulayem merupakan pengusaha Dubai lulusan Temple University dan pernah memimpin Nakheel PJSC, pengembang pulau buatan ikon Dubai.
DP World di Indonesia: Kerja Sama Strategis dengan Maspion
Di Indonesia, DP World menggandeng Maspion Group dalam pengelolaan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Gresik, Jawa Timur.
- Nilai konsesi: Rp 109,51 triliun
- Masa konsesi: 71 tahun
- Fee konsesi: 3%
Baca Juga : DP World Tunjuk CEO Baru Usai Sultan Ahmed bin Sulayem Masuk File Epstein
Langkah DP World menunjuk CEO baru merupakan respons cepat terhadap risiko reputasi global. Penunjukan Yuvraj Narayan diharapkan menjaga stabilitas operasi dan kepercayaan investor. Kontroversi bin Sulayem menunjukkan pentingnya tata kelola perusahaan yang transparan dan mitigasi risiko reputasi di bisnis logistik global.


