Bacaan Setelah Sholat Tarawih “Subhanal Malikil Quddus”, Ternyata Ini Dalil Shahih dan Keutamaannya!

APAAJA.NET Bacaan setelah sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus merupakan dzikir sunnah yang dibaca setelah melaksanakan sholat witir pada malam Ramadhan. Amalan ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits shahih.

Pada bulan suci Ramadhan, sholat Tarawih menjadi ibadah malam yang sangat dianjurkan. Setelah rangkaian Tarawih, umat Islam biasanya menutupnya dengan sholat witir. Di akhir witir inilah dianjurkan membaca tasbih:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhaanal Malikil Qudduus
Artinya: “Maha Suci Dzat Yang Maha Menguasai lagi Maha Kudus.”

Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali dan pada bacaan ketiga dianjurkan untuk mengeraskan suara.

Dalil Shahih Bacaan Subhanal Malikil Quddus Setelah Witir

Dalil mengenai dzikir ini terdapat dalam hadits riwayat Imam Ahmad. Rasulullah SAW membaca surat tertentu dalam witir, lalu setelah salam beliau membaca tasbih tersebut.

Dalam hadits disebutkan:

Nabi membaca dalam witir: Surah Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Setelah salam beliau membaca “Subhanal Malikil Quddus” sebanyak tiga kali dan mengeraskan suaranya. (HR Ahmad)

Tata Cara Bacaan dalam Sholat Witir

Para ulama menjelaskan:

  • Rakaat pertama: Surah Al-A’la
  • Rakaat kedua: Surah Al-Kafirun
  • Rakaat ketiga: Surah Al-Ikhlas

Sebagian pendapat juga menganjurkan membaca Al-Falaq dan An-Nas setelah Al-Ikhlas pada rakaat terakhir.

Sholat witir bisa dilakukan setelah Isya hingga sebelum fajar. Khusus di bulan Ramadhan, witir biasanya dikerjakan setelah Tarawih.

Bacaan Doa Setelah Sholat Witir yang Dianjurkan

Selain membaca Subhanal Malikil Quddus, terdapat doa lanjutan yang juga dianjurkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ…

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”

Doa ini menunjukkan bentuk ketundukan dan penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT setelah menyelesaikan ibadah malam.

Keutamaan Membaca Subhanal Malikil Quddus

Keutamaan membaca tasbih ini tidak hanya sebagai dzikir penutup witir, tetapi juga memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Dalam riwayat yang disebutkan dalam Sunan At-Tirmidzi, dzikir seperti tasbih, tahlil, dan taqdis akan menjadi saksi di hari kiamat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak dzikir karena ia akan menjadi pembela dan berbicara pada hari akhir.

Dzikir ini juga menjadi bentuk pengagungan terhadap Allah sebagai Al-Malik (Maha Raja) dan Al-Quddus (Maha Suci).

Mengapa Bacaan Ini Penting di Bulan Ramadhan?

Ramadhan adalah momentum memperbanyak ibadah dan dzikir. Dengan membaca bacaan setelah sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus, seorang muslim tidak hanya menyempurnakan witirnya, tetapi juga mengikuti sunnah Nabi secara langsung.

Amalan sederhana ini mengandung:

  • Pengakuan akan kekuasaan Allah
  • Penyucian terhadap sifat-sifat-Nya
  • Bentuk ketaatan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW

Baca Juga : Bacaan Setelah Sholat Tarawih ‘Subhanal Malikil Quddus …

Bacaan setelah sholat Tarawih Subhanal Malikil Quddus adalah dzikir sunnah yang dibaca setelah salam sholat witir sebanyak tiga kali. Amalan ini memiliki dasar hadits shahih dan mengandung makna pengagungan kepada Allah SWT.

Selain memperindah penutup ibadah malam di bulan Ramadhan, dzikir ini juga menjadi amalan yang memiliki keutamaan besar di akhirat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk membiasakan diri membaca tasbih ini setiap selesai witir, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

Related Posts

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447? Catat Jadwal 2–4 April 2026, Niat, Keutamaan, dan Tips Menjalankannya
  • March 31, 2026

APAAJA.NET – Jadwal puasa tengah Syawal 1447 menjadi informasi yang banyak dicari umat Islam setelah Idulfitri. Ibadah sunnah ini dilakukan selama tiga hari di pertengahan bulan Hijriah, tepatnya tanggal 13,…

Read More

Continue reading
Puasa Syawal Tidak Berurutan, Bolehkah? Ini Penjelasan Lengkap Hukum dan Keutamaannya
  • March 25, 2026

APAAJA.NET – Banyak umat Islam bertanya, puasa Syawal tidak berurutan apakah diperbolehkan dalam syariat? Ibadah puasa Syawal memang menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadan. Puasa ini biasanya…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *