Makan Rebusan Saat Sahur Lebih Sehat? Ini Pesan Dokter yang Wajib Diperhatikan!

APAAJA.NET Makan rebusan saat sahur sering dianggap sebagai pilihan terbaik selama bulan Ramadan. Banyak orang mulai menghindari gorengan dan makanan berlemak demi menjaga stamina saat puasa. Namun, apakah menu sahur rebus saat sahur sudah cukup untuk menjaga energi tubuh seharian? Dokter punya pesan penting yang tidak boleh diabaikan.

Mengapa Makan Rebusan Saat Sahur Lebih Dianjurkan?

Pakar penyakit dalam dari FKUI, Prof Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa makanan yang direbus atau dikukus lebih mudah dicerna. Saat puasa, lambung tidak menerima asupan makanan dalam waktu lama, sehingga penting memilih menu yang ringan.

Menu sahur rebus minim minyak dan rendah lemak trans. Lemak berlebih bisa memperlambat proses pencernaan dan menimbulkan rasa begah. Dengan makan rebusan saat sahur, risiko gangguan lambung seperti asam naik atau perut tidak nyaman bisa ditekan.

Selain itu, metode memasak seperti merebus dan mengukus juga membantu mempertahankan kandungan nutrisi alami pada bahan makanan.

Catatan Penting: Jangan Asal Rebus

Walaupun makan rebusan saat sahur lebih sehat, bukan berarti semua rebusan otomatis memenuhi kebutuhan tubuh.

1. Jangan Hanya Karbohidrat

Banyak orang hanya mengonsumsi ubi kukus atau singkong rebus. Padahal, tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat, protein, dan serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Jika memilih ubi, tambahkan telur rebus, ikan kukus, atau tempe sebagai sumber protein. Protein membantu memperlambat rasa lapar dan menjaga massa otot selama puasa.

2. Tambahkan Sayuran

Sayuran rebus seperti bayam, wortel, atau brokoli penting untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin. Serat membantu menjaga sistem pencernaan tetap lancar selama Ramadan.

3. Perhatikan Porsi Protein

Protein hewani dan nabati berperan besar dalam menjaga energi. Telur rebus, ayam kukus, ikan, tahu, dan tempe bisa menjadi pilihan lauk sehat saat sahur.

Komposisi Ideal Menu Sahur

Agar makan menu sahur rebus saat sahur benar-benar optimal, berikut komposisi yang dianjurkan dokter:

  • 1/3 piring karbohidrat kompleks
  • 1/3 piring sayuran
  • 1/3 piring protein hewani atau nabati

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau ubi membantu pelepasan energi secara perlahan. Ini membuat tubuh tidak cepat lemas.

Jangan Lupakan Cairan

Selain makanan, asupan cairan juga sangat penting. Minumlah air putih yang cukup saat sahur untuk mencegah dehidrasi. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.

Baca Juga : Makan Rebusan-Kukusan Saat Sahur Memang Lebih Sehat, Tapi Catat Pesan Dokter

Makanan rebusan saat sahur memang lebih sehat dibanding makanan berminyak karena lebih mudah dicerna dan ramah bagi lambung. Meski sehat, makan rebusan saat sahur tidak boleh hanya berisi karbohidrat saja.

Pastikan sahur tidak hanya berisi karbohidrat, tetapi juga protein, sayuran, dan cukup cairan. Dengan pola makan yang tepat, tubuh akan lebih kuat menjalani ibadah puasa tanpa mudah lemas atau gangguan pencernaan.

Related Posts

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Kemenkes Ungkap Kronologi Lengkap dan Alarm untuk SOP Rumah Sakit
  • April 10, 2026

APAAJA.NET – Kasus bayi tertukar RSHS Bandung menjadi perhatian besar masyarakat setelah kisahnya viral di media sosial. Banyak publik sempat menduga adanya unsur kelalaian berat hingga dugaan tindak kriminal. Namun…

Read More

Continue reading
IDAI Soroti Kontroversi Banner Promo Film Viral, Ini Dampaknya ke Mental Health Remaja
  • April 6, 2026

APAAJA.NET – IDAI soroti kontroversi banner promo film viral yang sempat ramai diperbincangkan publik karena menggunakan kalimat sensitif di ruang terbuka. Banner bertuliskan “Aku Harus Mati” itu menuai perhatian luas…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *