BPOM RI Wanti-wanti Obat Herbal Pelangsing, Bisa Picu Masalah Ginjal dan Jantung!

APAAJA.NET Obat herbal pelangsing kembali menjadi sorotan setelah BPOM RI menemukan sejumlah produk berbahan alam yang ternyata mengandung bahan kimia obat (BKO). Temuan ini mengkhawatirkan karena produk tersebut dijual sebagai jamu atau obat tradisional, padahal mengandung zat aktif yang seharusnya digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

BPOM RI Temukan Obat Herbal Pelangsing Mengandung BKO

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkap sedikitnya lima produk obat herbal pelangsing yang terbukti mengandung BKO berbahaya dalam hasil pengawasan akhir 2025.

Produk yang ditemukan antara lain:

  • Fix Slim Super Booster (mengandung sibutramin dan N-desmethyl sibutramin)
  • Hendel Exitox Green Coffee Bean Extract 500 mg (mengandung sibutramin)
  • Faslim (mengandung sibutramin dan N-desmethyl sibutramin)
  • Extra Slimming (mengandung sibutramin)
  • Slimmy Pink (mengandung bisakodil)

Kandungan sibutramin menjadi zat paling banyak ditemukan dalam produk tersebut.

Bahaya Sibutramin dalam Obat Herbal Pelangsing

Sibutramin sebenarnya merupakan obat yang pernah digunakan untuk membantu penurunan berat badan, tetapi penggunaannya harus di bawah pengawasan medis ketat.

Menurut Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, penggunaan sibutramin tanpa kontrol dokter dapat menyebabkan:

  • Tekanan darah meningkat
  • Denyut jantung tidak normal
  • Sulit tidur
  • Risiko gangguan jantung

Penggunaan jangka panjang bahkan berpotensi memicu kerusakan ginjal dan hati secara permanen.

Risiko Bisakodil Jika Disalahgunakan

Selain sibutramin, BPOM juga menemukan kandungan bisakodil dalam salah satu produk obat herbal pelangsing. Bisakodil merupakan pencahar stimulan yang digunakan untuk mengatasi sembelit dalam jangka pendek.

Jika digunakan untuk tujuan penurunan berat badan secara terus-menerus, zat ini dapat menyebabkan:

  • Diare berkepanjangan
  • Iritasi rektum
  • Gangguan keseimbangan cairan
  • Risiko gangguan ginjal

Penggunaan yang tidak sesuai indikasi sangat berbahaya bagi kesehatan.

Mengapa Produk Ini Berbahaya?

Produk yang diklaim sebagai jamu atau obat tradisional seharusnya tidak mengandung bahan kimia obat sintetis. Penambahan BKO dalam obat herbal pelangsing melanggar regulasi dan dapat menyesatkan konsumen.

Masyarakat sering menganggap label “herbal” atau “alami” berarti aman. Padahal, tanpa pengawasan medis, zat aktif seperti sibutramin bisa meningkatkan risiko komplikasi serius.

Imbauan BPOM kepada Masyarakat

BPOM RI mengingatkan masyarakat untuk:

  • Memeriksa izin edar produk di situs resmi BPOM
  • Tidak mudah tergiur klaim “turun berat badan cepat”
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan produk pelangsing

Penurunan berat badan yang sehat seharusnya dilakukan melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur, bukan melalui konsumsi obat herbal pelangsing yang belum jelas keamanannya.

Baca Juga : BPOM RI Wanti-wanti 5 Obat Herbal Pelangsing yang Picu Masalah Ginjal-Jantung

Temuan BPOM RI tentang obat herbal pelangsing yang mengandung BKO menjadi peringatan serius bagi masyarakat. Kandungan sibutramin dan bisakodil dapat memicu masalah ginjal, jantung, hingga kerusakan organ permanen jika digunakan tanpa pengawasan medis.

Karena itu, selalu pastikan produk yang dikonsumsi memiliki izin resmi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya.

Related Posts

Makan Rebusan Saat Sahur Lebih Sehat? Ini Pesan Dokter yang Wajib Diperhatikan!
  • February 21, 2026

APAAJA.NET – Makan rebusan saat sahur sering dianggap sebagai pilihan terbaik selama bulan Ramadan. Banyak orang mulai menghindari gorengan dan makanan berlemak demi menjaga stamina saat puasa. Namun, apakah menu…

Read More

Continue reading
Lebih Baik Sahur Pakai Nasi Putih atau Nasi Merah? Ahli Gizi Ungkap Mana yang Bikin Kenyang Lebih Lama!
  • February 20, 2026

APAAJA.NET – Pilihan nasi untuk sahur tepat sangat penting agar tubuh tetap kuat selama berpuasa. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, lebih baik sahur nasi putih atau nasi merah?…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *