APAAJA.NET – Persija banyak sumbang pemain ke Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia. Hal ini menunjukkan peran penting klub dalam mencetak talenta sepak bola nasional.
Tidak hanya di level senior, pemain Persija juga dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia di kelompok usia muda. Fenomena ini pun mendapat perhatian dari Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas.
Menurut pria yang akrab disapa Bepe tersebut, keberhasilan ini tidak terlepas dari proses pembinaan usia dini yang telah dibangun klub dalam beberapa tahun terakhir.
Persija Banyak Sumbang Pemain ke Timnas Indonesia
Dalam agenda FIFA Matchday, setidaknya ada enam pemain Persija yang dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia senior.
Beberapa nama yang mendapat panggilan tersebut antara lain:
- Rizky Ridho
- Dony Tri Pamungkas
- Fajar Fathur Rahman
- Jordi Amat
- Witan Sulaeman
- Mauro Zijlstra
Selain itu, Persija juga menyumbang sejumlah pemain untuk Timnas kelompok usia lainnya.
Pemain Persija di Timnas Kelompok Usia
Di Timnas U-20, terdapat lima pemain Persija yang dipanggil. Mereka adalah Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Fabio Azkairawan, Ibrah Ohorella, serta Radityo Raharjo.
Sementara itu, di Timnas U-17 terdapat tiga pemain muda Persija, yaitu Abdillah Ishak, Ridho, dan Peres Akwila Tjoe.
Kehadiran banyak pemain Persija di berbagai level tim nasional menjadi bukti keberhasilan pembinaan pemain muda di klub tersebut.
Bepe Soroti Pentingnya Pembinaan Usia Dini
Melihat Persija banyak sumbang pemain ke Timnas, Bambang Pamungkas menegaskan bahwa pembinaan usia dini merupakan kunci utama.
Menurutnya, sejak ia bergabung dengan manajemen Persija pada 2020, klub telah menargetkan pembangunan akademi sebagai prioritas utama.
Akademi Persija Jadi Fondasi Klub
Bepe menjelaskan bahwa pembinaan pemain muda memang sering tidak terlihat. Namun, hasilnya akan tampak ketika para pemain tersebut mulai tampil di level profesional.
Ia juga mengingatkan bahwa pada 2021, saat kompetisi kembali bergulir setelah pandemi, Persija banyak memainkan pemain muda dari akademi.
Nama-nama seperti Muhammad Ferrari, Dony Tri Pamungkas, dan Rio Fahmi menjadi generasi awal yang memperkuat fondasi akademi Persija.
Dony Tri Jadi Contoh Sukses Akademi Persija
Salah satu contoh keberhasilan pembinaan pemain muda di Persija adalah Dony Tri Pamungkas.
Pemain tersebut meniti karier dari akademi Persija sebelum akhirnya masuk ke berbagai kelompok usia tim nasional.
Mulai dari Timnas U-16, U-17, hingga U-20, Dony Tri terus berkembang. Kini, ia bahkan mendapat kesempatan dipanggil ke Timnas Indonesia senior.
Menurut Bepe, perjalanan Dony Tri menjadi gambaran nyata bahwa sistem pembinaan pemain muda di Persija berjalan dengan baik.
Baca Juga : Persija Optimistis Tatap 10 Laga Tersisa: Tak Boleh Lagi Terpeleset
Fakta bahwa Persija banyak sumbang pemain ke Timnas Indonesia menunjukkan keberhasilan program pembinaan usia dini yang dijalankan klub.
Akademi Persija menjadi fondasi penting dalam mencetak pemain berkualitas yang mampu bersaing di level nasional. Ke depan, klub juga berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pemain muda agar berkembang dan menjadi tulang punggung tim utama.



