Nila Oktaviani: Semua Orang Punya Bakat Seni, Tanpa Seni Manusia Pasti Mati

Musik adalah salah satu kecerdasan selain kecerdasan linguis, numerik dan lain sebagainya. Ada beberapa alasan seseorang bermusik baik bernyanyi ataupun memainkan instrument, seperti menunjukkan ekspresi, hiburan dan bahkan sebagai media kritik yang dikemas dalam bingkai seni musik.

Pada kesempatan kali ini, tim redaksi apaaja.net kedatangan seorang Guru Musik asal Purbalingga, ia menjadikan musik tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi profesi yang kemudian akrab disebut Guru Seni Budaya.

Lahir di Purbalingga 5 Oktober 1982, lahirlah sosok Guru Kesenian berbakat yang mendapatkan warisan darah seni dari keluarganya, bakat seninya itu lantas membuatnya menjadi seorang guru seni musik yang menjadi kesibukan sehari-hari. Ia adalah Nila Oktaviani.

Sejak kecil Alumnus S1 Sendratasik UNNES 2005 tersebut sudah menunjukkan talenta di dunia tarik suara, sejak kecil ia sudah mahir menyanyikan Lagu Dangdut seperti sekuntum mawar merah yang dipopulerkan Elvi Sukaesih.

Wanita penggemar Bakso ini juga menguasai beberapa instrument seperti piano dan gitar. Hal ini menjadi penunjang dirinya yang kerap diundang untuk mengajar vocal secara privat.

Jika banyak orang merasa bahwa kemampuan bermusik adalah bakat, Nila memiliki pendapat berbeda, baginya kemampuan bermusik tidak melulu soal bakat, karena kemampuan bermusik bisa didapat asal mau berlatih dan telaten

“Musik tidak harus punya bakat, kemampuan bermusik sejatinya bisa digali dan dilatih,” tutur Nila kepada redaksi.

Kalimat tersebut tentu saja menjadi pelecut bagi siapapun yang ingin atau sedang belajar musik untuk tetap tekun dan sabar dalam berlatih. Karena tidak ada penyanyi hebat yang lahir hanya dari Latihan selama satu hari, ada hal yang harus dibayar mahal untuk bisa menjadi seorang musisi, bisa dalam bentuk materi, waktu dan yang tak kalah penting adalah ketekunan.

Baca Juga: Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa S1, S2, dan S3

Pengagum Ruth Sahanaya ini juga menjelaskan, bahwa kesenian tidak melulu musik, teater ataupun tari. Aktifitas menulis dan menciptakan karya juga merupakan bagian dari kesenian itu sendiri, karena seni adalah berkarya.

Dirinya juga berpesan kepada siapapun yang ingin bermain musik, agar siapapun yang ingin belajar musik, memiliki ketelatenan untuk terus berlatih.

“Yang namanya belajar musik itu siapapun bisa asal ada niat, Lalu mau mencoba dan terus berlatih.  Asal mau usaha pasti bisa, di sisi lain semua orang punya bakat seni, karena tanpa jiwa seni manusia pasti mati.” Pungkas Nila Oktaviani.***

 

 

 

 

Dhimas Raditya

Menyukai hal yang berhubungan dengan tulis menulis.

Related Posts

Perampok Bersenjata Celurit Beraksi di Banyumas, Lansia 66 Tahun Disekap dan Uang Rp7 Juta Raib!
  • February 19, 2026

APAAJA.NET – Kabupaten Banyumas kembali digegerkan oleh aksi kriminal pada Minggu (15/2/2026) dini hari. Kali ini, korban adalah seorang warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, bernama Parsiti (66). Peristiwa perampokan di…

Read More

Continue reading
Pembawa Lambang Daerah Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455, Saksikan Keagungan Budaya Lokal
  • February 14, 2026

APAAJA.NET – Pada Minggu, 15 Februari 2026, Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 akan digelar dengan pembawa lambang daerah memimpin barisan. Prosesi ini menampilkan keindahan budaya, pusaka kebanggaan, serta simbol…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *