Prof. Dr. Drs. Muhammad Nur Undip Kembangkan Teknologi Ozon untuk Jaga Kesegaran Ikan Lebih Lama

APAAJA.NET – Semarang – Inovasi teknologi kembali datang dari Universitas Diponegoro (Undip), kali ini melalui temuan Prof. Dr. Drs. Muhammad Nur, DEA, Guru Besar Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika. Ia berhasil mengembangkan sistem penyimpanan ikan berbasis plasma ozon yang diberi nama BOX O’FISH (Box Storage Ozone for Fish).

Teknologi ini memungkinkan ikan hasil tangkapan nelayan tetap segar hingga lebih dari tujuh hari, melampaui daya simpan konvensional yang biasanya hanya tiga hari dengan es batu. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi praktis dan ramah lingkungan bagi nelayan, terutama di daerah pesisir dan pelabuhan perikanan.

Solusi Bagi Nelayan Kecil

Dalam penjelasannya, Prof. Dr. Drs. Muhammad Nur mengatakan bahwa nelayan selama ini kerap terpaksa pulang lebih cepat karena kekhawatiran akan kesegaran hasil tangkapan. Dengan BOX O’FISH, nelayan dapat melaut lebih lama, menangkap lebih banyak ikan, dan meningkatkan nilai jual hasil tangkapan.

Baca Juga; Mahasiswa (UNDIP) Raih Gold Medal di Ajang C.N. Fest 2025

“Plasma ozon hanya bertahan 40 menit di dalam air dan tidak meninggalkan residu. Jadi selain memperpanjang kesegaran ikan, teknologi ini juga ramah lingkungan dan aman digunakan,” ujarnya.

Inovasi Tepat Guna dan Terjangkau

Teknologi BOX O’FISH telah dimodifikasi untuk berbagai skala, mulai dari penyimpanan kecil di kapal hingga sistem cold storage dan kontainer darat. Bahkan, satu mesin plasma ozon dapat digunakan untuk sekitar 30 box penyimpanan, membuatnya terjangkau untuk kelompok nelayan kecil dan menengah.

Penerapan teknologi ini juga dilengkapi dengan sistem pemantauan kapal (Vessel Monitoring System/VMS), serta bantuan sarana tangkap seperti coolbox, drum solar, dan basket—berkat kerja sama lintas sektor.

Apresiasi di HUT ke-52 HNSI

Atas kontribusinya terhadap sektor perikanan nasional, Prof. M. Nur diundang sebagai tamu kehormatan dalam puncak acara Hari Ulang Tahun ke-52 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke, Jakarta, pada 26 Mei 2025.

HNSI menyatakan dukungan terhadap teknologi ini, sejalan dengan program swasembada pangan laut yang dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Inovasi ini dinilai sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa FPP UNDIP Raih Juara 1 Nasional Pencak Silat

Pengembangan Teknologi Lintas Sektor

Sebelum digunakan di sektor perikanan, teknologi ozon karya Prof. M. Nur telah terbukti ampuh mengawetkan hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Keberhasilan ini menjadi dasar pengembangan teknologi lanjutan yang kini merambah sektor kelautan dan perikanan.

“Ini adalah bagian dari semangat Undip Bermartabat, Undip Bermanfaat—menghadirkan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat,” tegas Prof. M. Nur.***

Related Posts

Kisah Munifah, Wisudawan Terbaik UT Jakarta dan Impian Lanjut S2 ke Jepang
  • February 2, 2026

APAAJA.NET – Di usia yang masih sangat muda, 22 tahun, Munifah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik. Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka (UT) Jakarta ini…

Read More

Continue reading
Perjuangan Mahasiswa Autis Asperger Raih Gelar Sarjana Peternakan di UGM
  • February 2, 2026

APAAJA.NET – Perjuangan menempuh pendidikan tinggi bukanlah hal yang mudah bagi setiap mahasiswa, terlebih bagi penyandang disabilitas. Namun, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Siham Hamda…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *