APAAJA.NET – Bahlil Ungkap Alasan Cadangan BBM RI Cuma Bertahan Maksimal 25 Hari menjadi perhatian publik di tengah dinamika geopolitik global dan kekhawatiran terhadap ketahanan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa keterbatasan kapasitas penyimpanan atau storage menjadi penyebab utama.
Menurutnya, selama ini kemampuan penyimpanan nasional memang tidak pernah melebihi kisaran 21 hingga 25 hari. Bahkan berdasarkan hasil rapat Dewan Energi Nasional (DEN) dan PT Pertamina (Persero), cadangan BBM Indonesia saat ini berada di level 22–23 hari.
Mengapa Cadangan BBM RI Hanya 25 Hari?
Keterbatasan Storage Jadi Masalah Utama
Dalam keterangannya, Bahlil menjelaskan bahwa bukan berarti Indonesia tidak mampu menyediakan cadangan lebih dari 25 hari. Namun, persoalannya terletak pada daya tampung yang belum memadai.
“Kalau diadakan mau disimpan di mana? Storage-nya enggak cukup,” ujarnya saat ditemui di Istana Kepresidenan.
Artinya, isu cadangan BBM RI cuma bertahan maksimal 25 hari bukan karena kekurangan pasokan, melainkan keterbatasan infrastruktur penyimpanan energi.
Standar Nasional vs Standar Global
Saat ini, standar minimum ketahanan energi global umumnya berada di angka 90 hari atau sekitar tiga bulan. Oleh karena itu, kondisi Indonesia yang masih berada di bawah standar tersebut menjadi perhatian pemerintah.
Sebagai respons, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pembangunan storage baru agar ketahanan energi nasional bisa mencapai minimal tiga bulan.
Target Ketahanan Energi 3 Bulan
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperpanjang masa ketahanan cadangan BBM Indonesia. Dalam kondisi darurat, targetnya adalah cadangan bisa bertahan hingga 90 hari.
Menurutnya, studi kelayakan (feasibility study/FS) proyek pembangunan storage sedang berlangsung. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun ini.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di wilayah Sumatera. Namun, detail kabupaten atau waktu pasti dimulainya proyek belum diumumkan.
Langkah ini dinilai krusial, terutama di tengah ketidakpastian global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi.
Dampak Jika Cadangan BBM Tidak Ditambah
Bahlil Ungkap Alasan Cadangan BBM RI Cuma Bertahan Maksimal 25 Hari juga membuka diskusi lebih luas soal ketahanan energi nasional. Cadangan yang terbatas dapat menjadi risiko ketika terjadi gangguan impor atau krisis geopolitik.
Selain itu, cadangan yang lebih panjang memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengendalikan stabilitas harga dan distribusi energi di dalam negeri.
Oleh sebab itu, pembangunan storage bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi jangka panjang memperkuat kedaulatan energi Indonesia.
Baca Juga : Bahlil Mau Perpanjang Masa Ketahanan Cadangan BBM Jadi 3 Bulan
Bahlil Ungkap Alasan Cadangan BBM RI Cuma Bertahan Maksimal 25 Hari disebabkan oleh keterbatasan kapasitas penyimpanan nasional. Saat ini cadangan berada di kisaran 22–23 hari, masih di bawah standar global 90 hari.
Pemerintah pun bergerak cepat dengan merancang pembangunan storage baru di Sumatera. Targetnya, ketahanan energi Indonesia dapat mencapai minimal tiga bulan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan Indonesia lebih siap menghadapi potensi krisis energi di masa depan dan memperkuat fondasi ketahanan nasional secara berkelanjutan.



