
APAAJA.NET – Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini mulai memasuki dunia kerja. Namun, banyak laporan menunjukkan bahwa generasi ini menghadapi tingkat pemecatan yang cukup tinggi. Bahkan, sekitar 60% pengusaha mengaku telah memecat karyawan dari generasi ini.
Apa sebenarnya alasan di balik fenomena ini? Apakah benar Gen Z kurang disiplin atau sulit beradaptasi dengan budaya perusahaan? Artikel ini akan mengulas alasan banyak Gen Z dipecat serta solusi terbaik agar mereka bisa bertahan dan sukses dalam dunia kerja.
Alasan Banyak Gen Z Dipecat
1. Kemampuan Komunikasi yang Rendah
Menurut laporan, 39% perusahaan menyebutkan bahwa Gen Z memiliki keterampilan komunikasi yang kurang memadai. Hal ini berdampak besar dalam dunia kerja, terutama saat bekerja dalam tim dan menyampaikan ide dengan jelas.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp16.610 per Dolar AS
2. Kurang Berinisiatif
Sebanyak 50% perusahaan mengeluhkan bahwa karyawan dari generasi ini cenderung pasif dan kurang memiliki motivasi untuk berkembang. Banyak dari mereka hanya melakukan tugas yang diberikan tanpa mencari peluang untuk memberikan kontribusi lebih.
3. Minim Pengalaman Kerja yang Relevan
Hampir 38% perusahaan merasa bahwa karyawan Gen Z belum memiliki pengalaman kerja yang cukup untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Banyak dari mereka yang baru lulus kuliah atau sekolah tanpa memiliki pengalaman magang yang memadai.
4. Keterampilan Pemecahan Masalah yang Rendah
Sekitar 34% perusahaan melaporkan bahwa Gen Z kurang mampu menyelesaikan masalah secara mandiri. Hal ini bisa menjadi kendala besar dalam pekerjaan yang membutuhkan pemikiran kritis dan penyelesaian masalah yang cepat.
5. Kurang Profesional dan Disiplin
Gen Z sering dikaitkan dengan kebiasaan datang terlambat dan kurang disiplin dalam menjalankan tugas. Hal ini menciptakan kesan tidak profesional di mata atasan dan kolega kerja.
6. Sulit Menerima Kritik dan Masukan
Sebanyak 38% perusahaan mencatat bahwa Gen Z sering kesulitan menerima kritik atau saran dari atasan. Mereka cenderung merasa tersinggung atau defensif ketika diberikan umpan balik untuk perbaikan.
Solusi Agar Gen Z Bisa Bertahan di Dunia Kerja
Agar bisa lebih sukses dalam dunia kerja, Gen Z perlu mengubah beberapa kebiasaan dan meningkatkan keterampilan tertentu. Berikut adalah beberapa solusi yang bisa diterapkan:
1. Tingkatkan Inisiatif dan Proaktivitas
Jangan hanya menunggu instruksi dari atasan. Cobalah untuk lebih proaktif dalam mencari tugas tambahan atau memberikan ide kreatif yang bisa membantu perusahaan berkembang.
2. Belajar Beradaptasi dengan Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda. Gen Z harus mampu menyesuaikan diri dengan cepat agar lebih mudah diterima dalam lingkungan kerja.
3. Terbuka dalam Menerima Kritik dan Saran
Kritik adalah bagian dari perkembangan profesional. Alih-alih merasa tersinggung, gunakan kritik sebagai peluang untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dalam pekerjaan.
4. Tingkatkan Kedisiplinan dan Manajemen Waktu
Datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu, dan menunjukkan etos kerja yang baik akan memberikan kesan positif di mata atasan.
5. Kembangkan Kemampuan Interpersonal dan Komunikasi
Belajar berkomunikasi dengan lebih efektif, baik secara lisan maupun tulisan, sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang baik dengan rekan kerja dan atasan.
6. Perbanyak Pengalaman Magang atau Freelance
Memiliki pengalaman kerja sebelum masuk ke dunia profesional bisa menjadi nilai tambah yang besar. Cobalah untuk mengikuti magang, proyek freelance, atau kursus pengembangan keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang diminati.
Banyaknya Gen Z yang dipecat dari perusahaan tidak semata-mata karena mereka malas atau tidak kompeten, tetapi lebih kepada kurangnya kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Dengan memahami alasan pemecatan dan menerapkan solusi yang telah disebutkan, Gen Z dapat meningkatkan peluang mereka untuk sukses dalam karier.
Dengan perubahan sikap, peningkatan keterampilan, dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik, Gen Z bisa membuktikan bahwa mereka mampu menjadi aset berharga bagi perusahaan. Jadi, apakah kamu siap untuk berkembang dan sukses dalam dunia kerja?***