
APAAKA.NET – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (25/3) pagi. Rupiah dibuka di posisi Rp16.610 per dolar AS, turun 42 poin atau 0,26 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Baca Juga: Tips Kesehatan Gigi Saat Puasa agar Tetap Sehat dan Segar
Kondisi Mata Uang Asia dan Global
Selain rupiah, pergerakan mata uang Asia lainnya juga cenderung bervariasi:
- Baht Thailand melemah 0,10 persen
- Won Korea Selatan menguat 0,03 persen
- Yen Jepang turun 0,12 persen
- Ringgit Malaysia melemah 0,06 persen
Sementara itu, mata uang negara maju juga menunjukkan pergerakan yang beragam:
- Poundsterling Inggris turun 0,04 persen
- Franc Swiss naik 0,1 persen
- Dolar Kanada menguat 0,10 persen
Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Menurut pengamat pasar keuangan Lukman Leong, rupiah melemah akibat dampak penguatan dolar AS setelah rilis data ekonomi terbaru di Amerika Serikat. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) AS menunjukkan aktivitas sektor jasa yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan, yang mendorong optimisme terhadap perekonomian AS.
“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul data PMI yang menunjukkan aktivitas di sektor jasa yang meningkat lebih tinggi dari perkiraan,” ujar Lukman kepada
Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.500 hingga Rp16.600 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. Faktor eksternal seperti perkembangan data ekonomi AS dan kebijakan moneter The Fed akan tetap menjadi sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.
Tetap update dengan perkembangan kurs rupiah terbaru hanya di portal berita keuangan terpercaya!