
APAAJA.NET – Selain terkenal dengan wisata kota tua dan bangunan bersejarah, Semarang juga punya jejak kuliner legendaris yang tidak lekang oleh waktu. Sejak tahun 90-an, sejumlah warung dan kedai makan tetap eksis dengan cita rasa autentik yang diwariskan turun-temurun.
Tak heran jika banyak wisatawan yang menjadikan kuliner legendaris ini sebagai destinasi utama saat berkunjung ke Semarang. Menyantapnya bukan hanya soal rasa, tetapi juga nostalgia yang melekat pada tiap sajian.
Daftar Kuliner Legendaris Semarang Sejak Tahun 90-an
1. Lumpia Gang Lombok – Ikon Kuliner Khas Semarang
Baca Juga: 5 Laptop Mid-Range 2025 dengan Performa Mumpuni dan Desain Modern, Cocok untuk Kerja dan Hiburan
Tidak sah rasanya berkunjung ke Semarang tanpa mencicipi Lumpia Gang Lombok. Camilan ini sudah melegenda dan menjadi ikon kuliner kota sejak lama. Isian rebung khasnya berpadu sempurna dengan kulit lumpia yang renyah.
2. Soto Bangkong – Soto Ayam dengan Kuah Gurih Segar
Meski berdiri sejak 1950-an, Soto Bangkong semakin populer di era 90-an hingga kini. Dengan kuah bening gurih, ayam suwir lembut, dan sambal khas, sajian ini selalu ramai pengunjung.
3. Nasi Ayam Bu Wido – Favorit Sejak 90-an
Nasi Ayam Bu Wido dikenal sebagai salah satu kuliner yang booming di tahun 90-an. Sepiring nasi hangat dengan suwiran ayam, telur, dan kuah opor ringan menjadikan menu ini favorit banyak orang.
4. Tahu Gimbal Mbak Lin – Sajian Unik dengan Sambal Kacang
Tahu Gimbal Mbak Lin selalu ramai antrean. Perpaduan tahu goreng, udang gimbal, lontong, kol, telur, dan sambal kacang menghadirkan cita rasa yang khas dan sulit dilupakan.
5. Wingko Babat Cap Kereta Api – Oleh-oleh Wajib dari Semarang
Bukan hanya makanan berat, Semarang juga terkenal dengan jajanan legendaris. Wingko Babat Cap Kereta Api yang manis, legit, dan lembut ini jadi pilihan oleh-oleh wajib sejak puluhan tahun lalu.
Baca Juga: Tragedi Demo Jakarta! Ketum MUI Desak Polisi yang Lindas Driver Ojol Affan Ditindak Tegas
Mengapa Kuliner Legendaris Semarang Bertahan Hingga Kini?
Ada beberapa alasan mengapa kuliner khas Semarang ini mampu bertahan sejak 90-an:
- Cita rasa autentik yang dipertahankan tanpa banyak berubah.
- Bahan berkualitas dan resep turun-temurun.
- Identitas budaya kuliner yang sudah melekat di hati masyarakat.
Jejak Rasa yang Tak Pernah Pudar
Jejak kuliner legendaris Semarang sejak tahun 90-an bukan sekadar soal makanan, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas kota. Dari lumpia hingga wingko, setiap gigitan menghadirkan nostalgia.***