APAAJA.NET – SEMARANG – Beberapa wilayah di Jawa Tengah hingga akhir pekan ini berpotensi cuaca ekstrem. BMKG Semarang merilis wilayah Indonesia terpantau adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah.
Sebagaimana rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu, 2 April 2025 yang ditandatangani Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo.
Menurut Yoga Sambodo, sebagaimana rilis BMKG berjudul KEWASPADAAN POTENSI CUACA EKSTREM DI WILAYAH JAWA TENGAH, Nomor: B/ME.02.04/027/KSRG/IV/2025 berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (03 – 07 APRIL 2025) terkini menunjukkan aktifnya:
1. Adanya sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Pulau Jawa menyebabkan angin Baratan yang menguat dan membentuk daerah pertemuan angin (konvergensi) dan belokan angin (Windshear) di wilayah Jawa Tengah.
2. Kelembapan udara diberbagai ketinggian cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas.
3. Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.
Kondisi ini mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulunimbus) yang berpotensi menyebabkan curah hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan hasil analisis dinamika atmosfer di atas, beberapa wilayah Jawa Tengah yang perlu di waspadai memiliki potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada periode 03 – 07 April 2025 yaitu wilayah:
Kamis, 03 April 2025:
Jepara, Pati, Kudus, Demak, Grobogan, Boyolali, Kab. Semarang, Salatiga, Kab. Tegal, Pemalang, Kebumen, Kota/Kab. Magelang, Purworejo, Rembang, Blora,
Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Sragen, Wonogiri,
Brebes, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Surakarta.
Jumat, 04 April 2025:
Kab. Tegal, Batang, Kendal, Temanggung, Kota/Kab. Semarang, Jepara, Salatiga, Pati, Brebes, Demak, Rembang, Grobogan, dan Kudus.
Sabtu, 05 April 2025:
Jepara, Demak, Brebes, Kota/Kab. Tegal, Pemalang, Banjarnegara, Wonosobo, Kota/Kab. Magelang, Pati, Rembang, Purworejo, Temanggung, Kab. Semarang, Salatiga, Blora, Grobogan, Kebumen, Boyolali, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, dan Karanganyar.
Minggu, 06 April 2025:
Kab. Tegal dan Pemalang.
Senin, 07 April 2025
NIHIL
Rekomendasi:
Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG menghimbau Masyarakat untuk
1. Mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor, dengan menjauhi bantaran sungai serta menghindari aktivitas di lereng rawan
longsor. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi bahaya saat terjadi hujan lebat atau berdurasi lama.
2. Masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang, serta menghindari tempat-tempat terbuka, pohon besar, baliho, atau tiang listrik yang berpotensi roboh.
3. Pemerintah Daerah dan pihak terkait agar melakukan upaya mitigasi/pengurangan risiko bencana, termasuk menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat dan, jika diperlukan menutup sementara akses ke lokasi rawan terdampak selama peringatan dini cuaca BMKG berlangsung.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, dapat langsung mengakses :
Website https://stamet-ahmadyani.bmkg.go.id/; Instagram @cuaca_jateng, Twitter @cuacajateng, dan Facebook @Stasiun Meteorologi Ahmad Yani; BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA STASIUN METEOROLOGI KELAS II AHMAD YANI – SEMARANG Jl. PUAD Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang 50145
Telp : (024) 7626064 Fax : (024) 7613817 Email : [email protected]
Website: http://www.cuacajateng.com
Aplikasi iOS dan android “Info BMKG”;
Call center 196 BMKG / 081329929789 BMKG Ahmad Yani SMRG;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Demikian artikel dari pantauan BMKG Semarang yang mana menyebutkan sejumlah wilayah di Jawa Tengah berpotensi bencana.***