APAAJA.NET – Waktu berbuka puasa merupakan momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim selama bulan Ramadan. Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, banyak orang ingin segera menyantap makanan dalam jumlah besar saat azan Magrib berkumandang.
Namun, kebiasaan langsung makan berat saat berbuka puasa sebenarnya tidak dianjurkan. Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa kondisi lambung yang kosong selama berjam-jam membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali sebelum menerima makanan dalam jumlah banyak.
Spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa sistem pencernaan bisa merasa “kaget” jika langsung menerima makanan berat setelah seharian tidak mendapatkan asupan.
Mengapa Tidak Dianjurkan Langsung Makan Berat Saat Berbuka?
Setelah berpuasa sepanjang hari, lambung berada dalam kondisi kosong. Oleh karena itu, sistem pencernaan belum sepenuhnya siap untuk memproses makanan dalam jumlah besar sekaligus.
Lambung Bisa Merasa Tidak Nyaman
Jika seseorang langsung makan banyak saat berbuka, lambung dapat mengalami ketidaknyamanan. Beberapa gejala yang sering muncul antara lain perut terasa penuh, begah, atau bahkan nyeri.
Selain itu, sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk kembali bekerja secara optimal setelah lama tidak menerima makanan.
Cara Berbuka Puasa yang Dianjurkan Dokter
Agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik, berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja secara perlahan tanpa memberikan beban berlebihan pada lambung.
Mulai dengan Makanan atau Minuman Manis
Langkah pertama saat berbuka adalah mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam jumlah secukupnya. Tujuannya adalah mengembalikan energi tubuh yang menurun setelah seharian berpuasa.
Contohnya seperti kurma, air putih, atau minuman manis yang tidak berlebihan.
Beri Jeda Sebelum Makan Utama
Setelah berbuka ringan, dianjurkan untuk menunaikan salat Magrib terlebih dahulu. Jeda waktu ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri sebelum menerima makanan dalam porsi lebih besar.
Dengan cara ini, sistem pencernaan akan lebih siap menerima makanan utama.
Perhatikan Porsi Makan Saat Berbuka
Selain memperhatikan waktu makan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Makan dalam porsi berlebihan dapat membuat pencernaan bekerja terlalu berat.
Konsumsi Makanan dengan Gizi Seimbang
Idealnya, menu berbuka puasa terdiri dari karbohidrat, protein, serta sayuran. Kombinasi ini membantu tubuh mendapatkan energi yang cukup sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.
Dengan pola makan yang seimbang, tubuh dapat menerima asupan energi secara bertahap sehingga proses pencernaan tetap nyaman selama menjalani ibadah puasa.
Baca Juga : BPOM RI Temukan Ratusan Takjil Berbahaya, Terbanyak di Wilayah Ini
Langsung makan berat saat berbuka puasa tidak dianjurkan karena lambung yang kosong dalam waktu lama membutuhkan penyesuaian. Jika dipaksa menerima makanan dalam jumlah besar secara tiba-tiba, pencernaan dapat mengalami ketidaknyamanan seperti begah atau perut terasa penuh.
Karena itu, berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan makanan ringan atau minuman manis, kemudian beri jeda sebelum makan utama dengan porsi yang seimbang. Dengan cara ini, kesehatan pencernaan tetap terjaga selama menjalani puasa Ramadan.



