APAAJA.NET – Menghadapi anak susah makan sayur adalah tantangan yang kerap dialami orang tua. Kekurangan serat dan vitamin dari buah dan sayur dapat memengaruhi tumbuh kembang anak serta daya tahan tubuhnya. Banyak orang tua panik dan memaksa anak makan, padahal ada cara yang lebih efektif dan aman menurut dokter gizi. Artikel ini membahas strategi kreatif agar anak mau makan sayur dan buah tanpa dipaksa, sekaligus memastikan nutrisi tetap terpenuhi.
Pentingnya Serat dan Vitamin untuk Anak
“Dalam buah dan sayur, kandungan utama yang penting adalah serat,” jelas dr Juwalita. Kekurangan serat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker usus besar. Selain itu, vitamin C dari buah dan sayur membantu penyerapan zat besi dan berperan sebagai antioksidan, menjaga kesehatan tubuh anak dari penyakit kronis.
Strategi Kreatif Agar Anak Mau Makan Sayur
Untuk menarik minat anak, orang tua bisa menggunakan strategi kreatif berikut:
Buah dan Sayur Jadi Menarik
-
Memotong buah kecil-kecil atau dibentuk seperti sate
-
Menyajikan jus buah atau sayur dengan tampilan menarik
Konsistensi Lebih Penting dari Paksaan
-
Mencontohkan kebiasaan makan sayur secara konsisten
-
Menawarkan buah dan sayur berulang kali sampai anak mau mencoba
Jangan Memaksa Anak Makan Sayur
Oleh karena itu, memaksa anak makan sayur justru bisa menimbulkan trauma dan membuat anak semakin tidak menyukai makanan tersebut. Konsistensi dan kreativitas dalam menyajikan buah dan sayur lebih efektif daripada paksaan. Edukasi gizi di sekolah juga mendukung, misalnya hari makan buah atau pembatasan gorengan.
Edukasi Gizi dan Pola Makan Sehat untuk Anak
Selain strategi kreatif, edukasi gizi di rumah dan sekolah sangat penting. Anak-anak yang terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini akan lebih terbuka terhadap buah dan sayur, sehingga asupan serat, vitamin, dan mineral tercukupi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kognitif optimal.
Baca Juga : Anak Susah Makan Sayur? Tak Perlu Dipaksa, Ini Saran Dokter Gizi
Selain itu, Orang tua sebaiknya sabar dan konsisten dalam mengenalkan buah dan sayur kepada anak. Dengan strategi kreatif, tanpa memaksa, anak bisa belajar menghargai makanan sehat, tumbuh kembang tetap optimal, dan risiko kekurangan nutrisi dapat diminimalkan.


