
APAAJA.NET – Banyak orang mengira penderita asam urat harus menghindari semua jenis sayuran hijau. Memang benar bahwa beberapa sayuran seperti bayam, kangkung, dan daun singkong mengandung purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Namun, ada beberapa sayuran yang justru dapat membantu menurunkan asam urat, seperti seledri dan kenikir.
Kombinasi seledri dan kenikir dapat dijadikan ramuan alami yang disebut Selikir (Seledri dan Kenikir). Ramuan ini dipercaya mampu meredakan nyeri sendi akibat asam urat secara alami.
Baca Juga: Waspada10 Kebiasaan yang Menguras Keuanganmu!
Manfaat Seledri dan Kenikir untuk Penderita Asam Urat
1. Seledri
Seledri kaya akan antioksidan dan senyawa aktif seperti flavonoid yang membantu mengurangi peradangan pada sendi. Selain itu, seledri memiliki sifat diuretik yang membantu tubuh membuang kelebihan asam urat melalui urine.
2. Kenikir
Kenikir mengandung flavonoid dan memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri akibat asam urat. Selain itu, kenikir juga mendukung metabolisme tubuh dan membantu fungsi hati dalam menetralisir zat beracun.
Cara Membuat Rebusan Seledri dan Kenikir untuk Asam Urat
Ramuan ini sangat mudah dibuat dan hanya memerlukan bahan-bahan yang tersedia di dapur.
Bahan-bahan:
- 3 batang seledri
- 6 pucuk kenikir (sekitar satu genggam)
- 200 ml air (setara satu gelas)
- Garam secukupnya
Cara Membuat:
- Cuci bersih seledri dan kenikir dengan air mengalir.
- Rebus 200 ml air hingga mendidih.
- Masukkan seledri dan kenikir ke dalam air mendidih.
- Matikan api dan diamkan selama beberapa menit agar sari-sari dari sayuran larut dalam air.
- Saring air rebusan, lalu minum dalam keadaan hangat.
- Gunakan ampasnya sebagai kompres alami dengan menambahkan sedikit garam, lalu tempelkan pada bagian tubuh yang terasa nyeri akibat asam urat.
Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Asam Urat
Agar pengobatan dengan rebusan seledri dan kenikir lebih efektif, penderita asam urat juga harus menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat, seperti:
- Jeroan hewan (hati, ampela, usus, dll.)
- Sayuran tinggi purin (bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya)
- Kacang-kacangan (kacang mete, kedelai, tempe, kecambah, susu kedelai)
- Makanan tinggi protein dan garam (daging merah, makanan kaleng, makanan berpengawet)
Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Asam Urat
Selain mengonsumsi rebusan seledri dan kenikir, penderita asam urat juga sebaiknya mengonsumsi makanan rendah purin, seperti:
- Sayuran: mentimun, terong, gambas (oyong), bunga turi, wortel
- Buah-buahan: pisang, pepaya, alpukat, serta buah kaya vitamin C seperti jeruk, ceri, stroberi, dan lemon
- Ikan: mujair, nila, wader, gurame, tombro
- Daging ayam: konsumsi bagian dagingnya saja tanpa kulit
Pentingnya Olahraga bagi Penderita Asam Urat
Selain menjaga pola makan, olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan sendi dan mencegah penumpukan asam urat. Namun, jika mengalami obesitas, sebaiknya hindari olahraga yang terlalu membebani sendi, seperti lari atau lompat. Sebagai gantinya, pilih olahraga ringan seperti:
- Berjalan kaki
- Berenang
- Bersepeda***