APAAJA.NET – Apakah benar gigi berlubang picu serangan jantung? Pertanyaan ini mungkin terdengar berlebihan. Namun sebuah kisah nyata membuktikan bahwa infeksi gigi yang dibiarkan ternyata bisa berujung pada kondisi jantung yang mengancam nyawa.
Bagi Suryani (41), waktu adalah hal paling berharga setelah ia hampir kehilangan suaminya, Steven (40), akibat serangan jantung mendadak yang ternyata berawal dari masalah gigi berlubang yang selama ini dianggap sepele.
Serangan Jantung Mendadak yang Tak Terduga
Steven, seorang worship pastor, dikenal menjaga kesehatan dan jarang mengeluh sakit. Namun pada akhir 2025, ia tiba-tiba mengalami kejang saat tiba di IGD dan dinyatakan meninggal selama sekitar 50 menit sebelum akhirnya berhasil diselamatkan tim medis.
Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan adanya aritmia, penyumbatan, hingga aneurisma. Kondisi tersebut semakin mengarah pada satu fakta mengejutkan: sumber infeksi berasal dari gigi berlubang.
Bagaimana Gigi Berlubang Picu Serangan Jantung?
Hasil pemeriksaan lanjutan termasuk TEE (Transesophageal Echocardiogram) dan kultur darah menunjukkan bahwa bakteri dari gigi yang terinfeksi telah masuk ke aliran darah dan menetap di jantung.
Infeksi ini menyebabkan kerusakan serius pada katup jantung dan aorta.
Infeksi Menyebar ke Jantung
Menurut dokter, bakteri yang bersarang lama di gigi dapat masuk ke pembuluh darah, lalu menempel pada katup jantung. Kondisi ini dikenal sebagai endokarditis infektif.
Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa merusak struktur jantung dan memicu komplikasi berat, termasuk serangan jantung.
Operasi Jantung Besar: Modified Bentall Procedure
Steven akhirnya harus menjalani operasi besar yang dikenal sebagai Modified Bentall Procedure.
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Dicky Aligheri Wartono menjelaskan bahwa prosedur ini melibatkan penggantian katup aorta, akar aorta, dan sebagian aorta asenden dengan graft prostetik.
Operasi berlangsung sekitar enam jam, lebih cepat dari perkiraan awal sepuluh jam, meski risikonya sangat tinggi karena jaringan jantung yang rapuh akibat infeksi.
Penanganan lanjutan dilakukan di Siloam Hospitals dengan pengawasan ketat untuk memastikan infeksi benar-benar hilang.
Risiko Prosthetic Valve Endocarditis
Meski katup sudah diganti, risiko belum sepenuhnya hilang. Bakteri dari sumber lain, termasuk gigi yang belum ditangani, tetap bisa menyerang katup buatan. Kondisi ini disebut prosthetic valve endocarditis.
Karena itu, dokter juga melakukan penanganan gigi sebelum pemasangan katup jantung permanen.
Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Maulidya Ayudika Dandanah mengingatkan bahwa infeksi bakteri yang tidak ditangani tuntas bisa menyebar ke organ vital, termasuk jantung.
Jangan Remehkan Gigi Berlubang
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa gigi berlubang picu serangan jantung bukanlah mitos. Infeksi kecil yang diabaikan dapat berkembang menjadi kondisi medis serius.
Menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal estetika atau menghindari nyeri, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan jantung.
Langkah Pencegahan
- Periksa gigi secara rutin setiap 6 bulan
- Segera tangani gigi berlubang
- Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari
- Jangan abaikan gejala infeksi seperti bengkak atau nyeri berkepanjangan
Harapan Setelah Masa Kritis
Setelah operasi dan masa pemulihan panjang, hasil kultur darah Steven akhirnya menunjukkan negatif pada 19 November 2025. Ia masih menjalani pemulihan bertahap dan membatasi aktivitas fisik berat.
Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa kesehatan gigi dan jantung saling berkaitan. Jangan menunggu hingga terlambat untuk memeriksakan diri.
Baca Juga : Gigi Berlubang Bisa Picu Serangan Jantung?
Karena terkadang, masalah kecil seperti gigi berlubang bisa menjadi awal dari kondisi yang mengancam nyawa.


