APAAJA.NET – Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran tembakkan rentetan rudal ke wilayah Israel pada Sabtu (28/2/2026). Sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah kota, sementara sistem pertahanan Israel langsung dikerahkan untuk mencegat proyektil yang masuk.
Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa beberapa rudal terdeteksi diluncurkan dari wilayah Iran menuju berbagai titik di Israel. Pernyataan resmi menyebutkan sistem pertahanan udara aktif bekerja untuk mengantisipasi ancaman tersebut.
Eskalasi ini terjadi setelah sebelumnya Israel menggempur sejumlah target di Teheran dan wilayah lain, memicu respons cepat dari pihak Iran.
Dampak Iran Tembakkan Rentetan Rudal terhadap Rumah Sakit Israel
Ancaman keamanan membuat fasilitas kesehatan di Israel bersiaga penuh. Belajar dari pengalaman sebelumnya, ketika serangan menghantam Soroka University Medical Center hingga mengalami kerusakan parah, rumah sakit kini bergerak cepat melakukan langkah antisipatif.
Beberapa rumah sakit mulai memindahkan pasien rawat inap ke kompleks bawah tanah yang telah disiapkan sebagai ruang perlindungan. Proses ini diperkirakan memakan waktu beberapa jam, namun dinilai krusial untuk menyelamatkan nyawa jika terjadi serangan langsung.
Seluruh rumah sakit diwajibkan memiliki area terlindungi, termasuk memanfaatkan parkir bawah tanah yang telah dimodifikasi menjadi fasilitas medis darurat.
RS Swasta dan Fasilitas Bawah Tanah Ikut Disiagakan
Tidak hanya rumah sakit publik, sektor swasta juga bersiap menghadapi kemungkinan terburuk setelah Iran tembakkan rentetan rudal.
Assuta Ramat HaHayal Hospital menyiapkan sekitar 200 tempat tidur serta ruang operasi terlindungi. Jika kapasitas rumah sakit umum penuh, fasilitas bawah tanah di Tel Aviv akan menerima limpahan pasien.
Klinik yang tidak memiliki ruang perlindungan standar untuk sementara tidak dioperasikan saat kondisi darurat. Layanan kesehatan dialihkan ke fasilitas yang lebih aman, sementara layanan telemedisin diperluas guna memastikan pasien tetap mendapat perawatan.
Tantangan Pasien dengan Alat Medis Listrik
Salah satu kekhawatiran terbesar dalam kondisi konflik adalah pasien yang bergantung pada alat medis bertenaga listrik. Otoritas kesehatan Israel mencatat sekitar 2.400 pasien ventilator kompleks telah dibekali generator pribadi yang mampu menyuplai listrik hingga 72 jam.
Selain itu, pusat pengisian daya darurat dan skema evakuasi disiapkan jika terjadi pemadaman listrik berkepanjangan atau serangan langsung ke fasilitas medis.
Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana dampak ketika Iran tembakkan rentetan rudal tidak hanya dirasakan di sektor militer, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pelayanan kesehatan.
Baca Juga : Kasus Campak di RI Ngegas, IDAI Tuding Pengaruh Gerakan Antivaksin
Aksi militer ketika Iran meluncurkan rudal ke wilayah Israel memicu kesiapsiagaan tinggi di berbagai sektor, terutama fasilitas kesehatan. Pemindahan pasien ke ruang bawah tanah, penyediaan generator cadangan, serta perluasan layanan telemedisin menjadi langkah preventif untuk meminimalkan korban jiwa.
Perkembangan situasi masih dinamis, dan dunia internasional kini menyoroti potensi eskalasi lebih luas dari konflik ini.



