APAAJA.NET – Telinga bukan hanya berfungsi sebagai organ pendengaran, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Gangguan pada telinga tidak hanya menyebabkan pendengaran menurun, tetapi juga dapat memicu pusing hingga gangguan aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami cara menjaga kesehatan telinga yang tepat dan aman agar fungsi pendengaran tetap optimal hingga usia lanjut.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Telinga
Menjaga kesehatan telinga berarti melindungi diri dari risiko infeksi, gangguan pendengaran, hingga kerusakan saraf telinga. Kebiasaan yang tampak sepele, seperti mengorek telinga sembarangan atau mendengarkan suara terlalu keras, ternyata bisa berdampak serius dalam jangka panjang.
Baca Juga: Wajib Tahu! 12 Dampak Buruk Jarang Mandi yang Bisa Mengancam Kesehatan Tubuh
Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Tepat
Hentikan Kebiasaan Mengorek Telinga
Kotoran telinga (serumen) sebenarnya berfungsi melindungi liang telinga dari debu, kotoran, dan bakteri. Mengorek telinga menggunakan cotton bud, jepit rambut, atau benda tajam justru berisiko:
- Melukai saluran telinga
- Mendorong kotoran masuk lebih dalam
- Menyebabkan infeksi atau gangguan pendengaran
Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami. Jika kotoran menumpuk dan mengganggu pendengaran, sebaiknya lakukan pembersihan di dokter THT dengan prosedur medis yang aman.
Baca Juga: Jadwal Piala Asia Futsal 2026 Resmi Rilis! Timnas Indonesia Tantang Juara Bertahan Irak
Jauhkan Telinga dari Paparan Suara Terlalu Keras
Paparan suara keras dalam waktu lama dapat merusak sel saraf pendengaran secara permanen. Jika menggunakan earphone atau headphone:
- Batasi pemakaian maksimal 1 jam
- Istirahatkan telinga selama 5 menit
- Hindari volume terlalu keras
Bagi Anda yang bekerja di lingkungan bising seperti pabrik atau proyek konstruksi, gunakan earplug untuk melindungi pendengaran dari kerusakan jangka panjang.
Hindari Penggunaan Ear Candle
Terapi ear candle sering dianggap sebagai metode alternatif membersihkan telinga. Namun secara medis, metode ini Bdan justru berisiko menyebabkan:
- Luka bakar pada telinga
- Sumbatan saluran telinga
- Cedera gendang telinga
Dokter THT umumnya tidak merekomendasikan penggunaan ear candle karena manfaatnya tidak jelas dan berpotensi berbahaya.
Baca Juga: 10 Makanan Tinggi Protein yang Mendukung Berat Badan Sehat.
Jaga Telinga Agar Tetap Kering
Telinga yang lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Untuk mencegah infeksi:
- Gunakan penutup telinga saat berenang
- Miringkan kepala jika air masuk ke telinga
- Keringkan telinga dengan handuk bersih setelah mandi
Menjaga telinga tetap kering sangat penting untuk mencegah iritasi dan infeksi telinga luar.
Lakukan Pemeriksaan Telinga Secara Rutin
Pemeriksaan telinga secara rutin ke dokter THT membantu mendeteksi gangguan sejak dini. Dokter akan memeriksa kondisi telinga dan fungsi pendengaran melalui pemeriksaan fisik dan tes pendengaran.
Jika tidak ada keluhan, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 3–5 tahun. Namun, segera periksakan diri jika mengalami:
- Nyeri telinga
- Keluar cairan atau darah
- Pendengaran mendadak menurun
Kesimpulan
Menjaga kesehatan telinga adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik. Dengan menghindari kebiasaan buruk, melindungi telinga dari suara keras, menjaga kebersihan dengan cara yang benar, serta rutin memeriksakan telinga ke dokter,
Anda dapat mempertahankan pendengaran yang sehat hingga usia lanjut. Ingat, gangguan pendengaran sering kali bersifat permanen, sehingga pencegahan selalu menjadi langkah terbaik.



