Kanker Ginjal Stadium 4B Tak Hentikan Langkah Haidar, Kisah Pria Bogor Ini Bikin Haru

APAAJA.NET Kanker Ginjal Stadium 4B bukanlah diagnosis yang mudah diterima, terlebih bagi seorang anak. Namun Haidar Shofwan Ali Saepulloh (20), pemuda asal Bogor, membuktikan bahwa harapan selalu ada di tengah kondisi paling berat sekalipun. Didiagnosis menderita clear cell sarcoma pada 2011, Haidar harus menjalani pengobatan panjang yang menguras fisik dan mental. Kini, ia berdiri sebagai penyintas dan membagikan kisah perjuangannya untuk menguatkan anak-anak pejuang kanker lainnya.

Vonis Berat di Usia Belia

Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Haidar divonis mengidap kanker ginjal stadium lanjut. Penyakit yang tergolong agresif itu telah memasuki stadium 4B, yang berarti sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Kabar tersebut menjadi pukulan besar bagi keluarga. Proses medis pun harus segera dilakukan demi menyelamatkan nyawanya. Rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering ia kunjungi dibandingkan sekolah atau tempat bermain.

Meski masih kecil, Haidar mulai memahami bahwa dirinya harus menjalani perjuangan panjang.

24 Kali Kemoterapi dan Ujian Mental

Dalam proses pengobatan, Haidar menjalani total 24 kali kemoterapi. Setiap sesi membawa tantangan tersendiri, mulai dari rasa mual, lemas, hingga perubahan fisik yang tidak mudah diterima anak seusianya.

“Tantangannya ya itu, soal bertahan dari kemoterapi itu,” ungkapnya.

Kemoterapi bukan hanya menguji ketahanan tubuh, tetapi juga mental. Ada momen ketika rasa lelah dan putus asa datang. Namun perlahan, ia belajar menerima kondisi tersebut sebagai bagian dari proses menuju kesembuhan.

Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar

Haidar menekankan bahwa dukungan keluarga memegang peran sangat penting dalam proses penyembuhan pasien kanker anak.

“Paling utama dan paling penting itu bukan dari pengidapnya, tapi lingkungan dan keluarganya. Support keluarga dan lingkungan itu sangat berpengaruh,” katanya.

Kehadiran orang tua dan keluarga yang terus memberi semangat membuatnya mampu melewati masa-masa sulit. Baginya, doa, perhatian, dan motivasi menjadi obat yang tak kalah penting dari tindakan medis.

Melawan Stigma terhadap Pasien Kanker

Selain berbagi pengalaman pribadi, Haidar juga menyuarakan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap pengidap kanker. Ia mengingatkan bahwa kanker bukan penyakit menular dan tidak seharusnya pasien dijauhi.

“Kanker itu bukan penyakit menular. Tidak perlu pengidap kanker dijauhi atau dicap tidak baik. Kita butuh dukungan kalian,” ujarnya.

Menurutnya, stigma justru dapat memperburuk kondisi psikologis pasien, terutama anak-anak yang masih rentan secara emosional.

Bukti Bahwa Kanker Anak Bisa Sembuh

Perjalanan panjang Haidar menjadi bukti nyata bahwa kanker ginjal stadium 4B bukan akhir dari segalanya. Dengan pengobatan yang tepat, ketekunan menjalani terapi, serta dukungan keluarga, peluang kesembuhan tetap ada.

Kini di usia 20 tahun, Haidar dapat menjalani hidup dengan lebih optimistis. Ia berharap kisahnya dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit serupa.

Pesan untuk Para Pejuang Kanker

Ia berpesan kepada anak-anak yang sedang menjalani pengobatan agar tidak pernah berhenti berjuang.

“Yang pasti jangan pernah berhenti semangat dalam menekuni semua pengobatan yang dilakukan,” tuturnya.

Pesan sederhana itu lahir dari pengalaman panjangnya menghadapi rasa sakit, ketakutan, dan ketidakpastian.

Baca Juga : Bergelut dengan Kanker Ginjal Stadium 4B Semasa Kecil, Pria Bogor Ini Bagikan Kisahnya

Kanker Ginjal Stadium 4B yang pernah mengancam masa depan Haidar tidak mampu menghentikan langkahnya untuk bertahan dan bangkit. Dengan 24 kali kemoterapi serta dukungan keluarga yang kuat, ia berhasil melewati fase terberat dalam hidupnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kanker anak bisa disembuhkan, asalkan ditangani secara medis dan didukung lingkungan yang penuh empati.

Related Posts

Anak Susah Makan Sayur? Dokter Gizi Beri Tips Tanpa Memaksa
  • February 13, 2026

APAAJA.NET – Menghadapi anak susah makan sayur adalah tantangan yang kerap dialami orang tua. Kekurangan serat dan vitamin dari buah dan sayur dapat memengaruhi tumbuh kembang anak serta daya tahan tubuhnya.…

Read More

Continue reading
James Van Der Beek Meninggal: Kanker Kolorektal Kini Mengintai Usia Muda
  • February 13, 2026

APAAJA.NET – Aktor ternama James Van Der Beek, terkenal lewat serial Dawson’s Creek, meninggal di usia 48 tahun setelah berjuang melawan kanker kolorektal selama bertahun-tahun. Kasus ini menjadi sorotan dunia…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *