APAAJA.NET – Kasus kanker usus usia muda kini semakin mengkhawatirkan. Jika dulu penyakit ini identik dengan usia lanjut, kini banyak pasien berusia 20–30 tahun mulai terdiagnosis kanker kolorektal. Salah satu faktor yang paling disorot adalah pola makan rendah serat dan minim konsumsi buah serta sayur.
Menurut spesialis gizi dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, kurangnya asupan serat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker usus besar. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna dan membantu proses pembuangan zat sisa dalam tubuh.
Kanker Usus Usia Muda, Kenapa Makin Banyak?
Fenomena kanker usus usia muda tidak lagi bisa dianggap sepele. dr Juwalita mengungkapkan bahwa kurangnya konsumsi serat menjadi salah satu faktor utama. Sayur dan buah mengandung vitamin serta antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Vitamin C, misalnya, membantu penyerapan zat besi sekaligus berfungsi sebagai antioksidan. Ketika asupan ini kurang, risiko gangguan kesehatan, termasuk kanker kolorektal, meningkat.
Pola Makan Rendah Serat Jadi Pemicu Kanker Kolorektal
Serat membantu memperlancar sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Tanpa asupan serat cukup, zat sisa makanan lebih lama berada di usus, yang dapat meningkatkan risiko peradangan hingga pertumbuhan sel abnormal.
Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, tinggi lemak, dan minim sayur juga memperparah kondisi ini.
Data Kemenkes: Jutaan Orang Berisiko
Berdasarkan data awal cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat lima provinsi dengan populasi berisiko tinggi kanker usus, yaitu Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan total sekitar 7,6 juta orang.
Mengacu pada data International Agency for Research on Cancer (IARC), kanker kolorektal termasuk lima besar penyebab kematian akibat kanker di Indonesia. Angka insidennya mencapai 12,1 dengan angka kematian 6,6.
Pentingnya Edukasi Pola Makan Sehat Sejak Dini
dr Juwalita juga menekankan bahwa kebiasaan makan buah dan sayur harus ditanamkan sejak kecil tanpa paksaan. Trauma terhadap makanan sehat bisa membuat seseorang menolak konsumsi buah hingga dewasa.
Baca Juga : Kanker Usus Makin Banyak Menyerang Usia Muda, Pola Makan Seperti Ini Turut Jadi Pemicu
Untuk mencegah kanker usus usia muda, penting menerapkan pola makan tinggi serat, rutin konsumsi buah dan sayur, serta melakukan deteksi dini. Perubahan gaya hidup sederhana hari ini bisa menjadi perlindungan besar bagi kesehatan di masa depan.


