Perut Sering Kram? Kenali Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS)

APAAJA.NET – Gejala Irritable Bowel Syndrome (IBS), Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan fungsional kronis pada usus besar yang tidak menyebabkan kerusakan jaringan, namun bisa sangat mengganggu kualitas hidup. Menurut Dr. dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD-KGEH, konsultan gastroenterohepatologi RS Siloam Denpasar, IBS memerlukan pengelolaan jangka panjang dan perhatian serius.

Baca juga: Puasa atau Diet Detox: Mana Metode Terbaik untuk Membersihkan Racun Tubuh?

Gejala Umum Irritable Bowel Syndrome

ABCD: Tanda-Tanda Utama IBS

  • Abdominal Pain: Nyeri atau kram di perut, biasanya reda setelah buang air besar.

  • Bloating: Perut terasa penuh, begah, dan kembung.

  • Constipation: Konstipasi atau sembelit, kadang bergantian dengan…

  • Diarrhea: Diare mendadak, terutama setelah makan.

Berdasarkan kriteria Rome IV, gejala harus terjadi minimal satu kali seminggu selama tiga bulan terakhir dan berlangsung sekurang-kurangnya enam bulan.

Penyebab dan Faktor Risiko IBS

Diet Tinggi FODMAP: Biang Kembung dan Kram

Makanan seperti bawang, brokoli, apel, semangka, dan gandum dapat memicu fermentasi berlebih di usus, menimbulkan gas, dan memperparah kembung.
Solusi: Diet rendah FODMAP di bawah pengawasan ahli gizi sangat efektif meredakan gejala IBS.

Stres: Musuh Tersembunyi Bagi Usus

Gut-brain axis menghubungkan kondisi emosi dengan fungsi pencernaan. Stres, kecemasan, dan depresi dapat memperburuk IBS.
Solusi: Teknik seperti terapi kognitif-perilaku, meditasi, pernapasan dalam, dan olahraga ringan dapat membantu.

Cara Mengelola IBS Secara Alami

Layanan Terpadu di Digestive Center RS Siloam Denpasar

RS Siloam Denpasar menghadirkan Digestive Center berbasis one stop service: konsultasi spesialis, endoskopi-kolonoskopi, edukasi nutrisi, hingga dukungan psikologi tersedia dalam satu atap untuk penanganan komprehensif.

Tips Sehari-hari untuk Penderita IBS

  • Catat Pola Makan dan Gejala: Buku harian dapat membantu mengidentifikasi pemicu.

  • Porsi Makan Kecil dan Sering: Mengurangi beban kerja usus.

  • Jangan Menunda Buang Air Besar: Dengarkan sinyal tubuh.

  • Penuhi Cairan dan Serat Larut Air: Psyllium husk bisa jadi pilihan aman.

  • Kelola Stres Secara Aktif: Tidur cukup, yoga, dan jalan santai minimal 30 menit sehari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala tidak membaik meskipun sudah menerapkan perubahan gaya hidup, konsultasikan ke fasilitas pencernaan spesialis seperti Digestive Center. Penanganan tepat dapat menghindarkan komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup.***

Related Posts

Anak Dilarang Pakai IG dan TikTok? Kemenkes Ungkap Risiko Candu Media Sosial pada Anak
  • March 14, 2026

APAAJA.NET – Isu anak dilarang pakai IG TikTok menjadi sorotan setelah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital berencana membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan…

Read More

Continue reading
Viral Minum Air Hangat Sebelum Tidur Bikin Ginjal Sehat, Benarkah? Ini Penjelasan Dokter
  • March 14, 2026

APAAJA.NET – Belakangan ini media sosial ramai membahas klaim bahwa minum air hangat sebelum tidur dapat membuat ginjal lebih sehat. Banyak pengguna internet membagikan informasi tersebut dan menyebut kebiasaan sederhana…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *