Puasa Bisa Jadi Solusi Untuk Penderita Maag dan GERD

APAAJA.NET – Banyak orang menganggap puasa dapat memperburuk kondisi maag dan GERD. Faktanya, jika dilakukan dengan cara yang benar, puasa justru bisa membantu meredakan gejala asam lambung. Menurut dr. Muhammad Firhat Idrus, SpPD, K-GEH, spesialis Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo, puasa dapat memperbaiki pola makan dan mengurangi keparahan maag dan GERD dalam jangka panjang.

Baca Juga: Lengkuas: Rempah Ajaib dengan Segudang Manfaat

Mengapa Puasa Bisa Membantu Mengatasi Maag dan GERD?

Saat berpuasa, pola makan menjadi lebih teratur, yaitu hanya saat sahur dan berbuka. Konsistensi waktu makan ini membantu lambung beradaptasi lebih baik dan mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan. Selain itu, berkurangnya konsumsi makanan sepanjang hari membantu meringankan beban kerja lambung.

Memang, di awal puasa, beberapa penderita maag dan GERD mungkin mengalami keluhan akibat perubahan pola makan. Namun, setelah tubuh beradaptasi, gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan rasa terbakar di dada cenderung berkurang.

Waspada! Kebiasaan Ini Bisa Memperparah Asam Lambung

Meskipun puasa bisa membawa manfaat, pola makan yang salah saat sahur dan berbuka justru dapat memperburuk kondisi maag dan GERD. Hindari konsumsi makanan dan minuman berikut agar asam lambung tetap terkendali:

  1. Gorengan dan Makanan Berlemak: Sulit dicerna dan memicu produksi asam lambung berlebih.
  2. Makanan Pedas dan Bersantan: Memicu iritasi lambung dan memperparah gejala GERD.
  3. Kopi dan Minuman Bersoda: Mengandung kafein yang dapat merelaksasi katup lambung dan menyebabkan refluks asam.
  4. Buah Asam (Jeruk, Anggur, dll.): Menambah keasaman lambung dan memperburuk rasa nyeri.
  5. Cokelat Berlebihan: Mengandung lemak dan kafein yang memicu asam lambung naik.

Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Maag dan GERD

Agar puasa tetap lancar tanpa memperparah gejala maag dan GERD, ikuti panduan berikut ini:

  1. Pilih Makanan yang Ramah Lambung
    Konsumsi makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang sebagai pengganti makanan yang digoreng atau bersantan.
  2. Perbanyak Sayuran dan Serat
    Serat membantu proses pencernaan dan mencegah sembelit, yang dapat memperburuk refluks asam.
  3. Makan Perlahan dan Tidak Berlebihan
    Hindari makan dalam porsi besar sekaligus. Makan perlahan membantu meringankan kerja lambung dan mencegah asam lambung naik.
  4. Hindari Tidur Setelah Makan
    Beri jeda minimal 2-3 jam antara waktu berbuka atau sahur dengan waktu tidur agar makanan tercerna dengan baik.
  5. Minum Air Putih yang Cukup
    Pastikan tubuh tetap terhidrasi selama puasa dengan minum air putih secara cukup di antara waktu berbuka dan sahur.***

Mohammad Kurniawan

Adalah seorang jurnalis otomotif (kontributor) pada tahun 2003-2010 di Otomotif Group-Kelompok Kompas Gramedia) dan 2012-2018 di maniakmotor.com. Atas pengalaman tersebut,di tahun 2018 mendirikan otoinfo.id. Selain aktif menulis juga giat diberbagai organisasi darimasih berstatus mahasiswa sampai saat ini

Related Posts

Ini Rahasia Teh Jahe! Manfaat Dahsyat untuk Kesehatan
  • April 5, 2025

APAAJA.NET – Jahe bukan sekadar bumbu dapur biasa! Tanaman herbal ini telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Salah satu cara terbaik mengonsumsinya adalah…

Read More

Continue reading
Terapi Ozon: Manfaat, Cara Kerja, dan Meningkatkan Kesehatan
  • April 4, 2025

APAAJA.NET – Terapi ozon adalah metode pengobatan alternatif yang menggunakan ozon medis (O₃) untuk membantu meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Ozon dikenal memiliki sifat oksidatif yang dapat merangsang proses penyembuhan…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *