APAAJA.NET – Menjadi bagian dari generasi sandwich bukanlah peran yang mudah. Di satu sisi, mereka dituntut untuk mandiri dan mapan secara finansial, sementara di sisi lain harus memikul tanggung jawab ganda: membantu membiayai orang tua sekaligus menyiapkan masa depan diri sendiri dan keluarga inti. Kondisi ini membuat generasi sandwich berada dalam tekanan yang tidak ringan, baik secara finansial maupun emosional.
Berbagai studi menunjukkan bahwa beban ganda tersebut berdampak nyata pada kesehatan mental. Penelitian dari College of Health and Human Development, The Pennsylvania State University, Amerika Serikat, mencatat bahwa individu yang harus membagi waktu untuk merawat orang tua atau mertua sekaligus anggota keluarga dewasa memiliki hampir dua kali lipat risiko tekanan psikologis berat. Sementara itu, mereka yang memberikan dukungan finansial kepada orang tua atau mertua memiliki risiko sekitar 1,6 kali lebih tinggi untuk melaporkan kondisi kesehatan mental yang kurang baik.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, tekanan yang dirasakan generasi sandwich pun kian besar. Stres berkepanjangan, burnout, hingga depresi menjadi risiko yang mengintai jika tidak dikelola dengan baik. Meski begitu, menjadi generasi sandwich bukan berarti harus pasrah pada keadaan. Dengan persiapan yang tepat, beban tersebut tetap bisa dikelola agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan masa depan finansial.
5 Hal yang Perlu Disiapkan Generasi Sandwich agar Tetap Waras
1. Tetapkan Tujuan Finansial yang Jelas
Memiliki peta keuangan yang terstruktur sangat penting agar setiap pengeluaran memiliki arah. Pisahkan pos kebutuhan untuk orang tua, keluarga inti, dan kebutuhan pribadi agar keuangan tidak tercampur. Selain itu, tentukan juga tujuan jangka menengah dan panjang seperti dana pendidikan anak dan dana pensiun, sehingga perencanaan keuangan bisa lebih terkontrol dan berkelanjutan.
2. Sisihkan Dana untuk Diri Sendiri
Generasi sandwich sering kali melupakan kebutuhan pribadinya karena fokus memenuhi kebutuhan orang lain. Padahal, memiliki dana untuk diri sendiri sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Dana ini bisa digunakan untuk me time, hobi, atau pengembangan diri. Dengan kondisi mental yang lebih sehat, produktivitas dan kemampuan mengambil keputusan finansial juga akan meningkat.
Baca juga; Waspada Super Flu, Ini Fakta Kesehatan yang Perlu Diketahui Masyarakat
3. Bangun Komunikasi Terbuka dengan Keluarga
Komunikasi yang jujur mengenai kondisi finansial dan batas kemampuan sangat diperlukan. Melalui diskusi terbuka, keluarga dapat menyepakati prioritas bantuan dan batas tanggung jawab finansial. Langkah ini tidak hanya membantu meringankan beban, tetapi juga menjaga hubungan keluarga tetap sehat dan saling mendukung.
4. Siapkan Investasi Jangka Panjang
Investasi sejak dini menjadi salah satu cara memutus siklus generasi sandwich. Menyiapkan tabungan pendidikan anak dan dana pensiun dapat membantu memastikan kebutuhan masa depan tanpa membebani generasi berikutnya. Dengan perencanaan yang matang, risiko ketergantungan finansial di masa depan dapat ditekan.
5. Miliki Proteksi Finansial yang Memadai
Selain dana darurat, asuransi kesehatan dan jiwa menjadi fondasi penting dalam perencanaan keuangan generasi sandwich. Tanpa proteksi yang cukup, kondisi tak terduga bisa menguras keuangan yang telah disusun dengan baik.
Salah satu opsi proteksi finansial yang hadir adalah Si Super atau Asuransi Sun Prosperity Prime, produk asuransi jiwa dwiguna dari Sun Life Indonesia yang diluncurkan pada Desember 2025. Produk ini menawarkan masa pembayaran premi lima tahun dengan berbagai pilihan plan sesuai tujuan finansial, mulai dari Si Super Start untuk pasangan muda, Si Super Growth bagi keluarga yang menyiapkan pendidikan anak, hingga Si Super Maxima untuk pengembangan kekayaan jangka panjang.
Dengan manfaat tunai tahunan yang kompetitif, perlindungan jiwa dan kecelakaan, serta manfaat akhir kontrak yang menarik, Si Super dirancang untuk membantu generasi sandwich menjaga stabilitas keuangan tanpa mengorbankan kebutuhan jangka panjang.
Pada akhirnya, menjadi generasi sandwich memang penuh tantangan. Namun, dengan perencanaan keuangan yang tepat, komunikasi yang sehat, serta proteksi yang memadai, beban ganda tersebut tetap bisa dijalani tanpa kehilangan keseimbangan hidup dan kesehatan mental.


