APAAJA.NET – Menjaga kesehatan saluran pencernaan selama ini kerap dikaitkan dengan pola makan, terutama menghindari makanan pemicu naiknya asam lambung. Padahal, kesehatan sistem pencernaan tidak berdiri sendiri dan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup secara keseluruhan.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi di Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM, menegaskan bahwa saluran cerna memiliki keterkaitan erat dengan sistem tubuh lainnya.
Baca Juga : Rupiah Tertekan, BI Diminta Lakukan Intervensi Agresif agar Stabilitas Terjaga
“Saluran cerna kita mempunyai koneksi, atau berhubungan dengan berbagai sistem di badan kita. Jadi, kita tidak bisa hanya memikirkan saluran cerna saja,” ujar dr. Suwito saat diwawancarai secara daring, Selasa (3/2/2026).
Dengan kata lain, segala kebiasaan yang menyehatkan tubuh akan berdampak positif pada pencernaan, begitu pula sebaliknya.
Gaya Hidup Sehat untuk Menjaga Pencernaan
Tenangkan Pikiran dan Lakukan Relaksasi
Stres menjadi salah satu faktor utama yang sering diabaikan dalam gangguan pencernaan. Menurut dr. Suwito, stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga memengaruhi kerja lambung dan organ tubuh lainnya.
Dalam kondisi stres, tubuh memproduksi hormon adrenalin dan glukokortikoid dari kelenjar adrenal. Hormon ini dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.
Baca Juga : Smartwatch Oppo Watch S Resmi di Indonesia, Desain Ramping dengan Baterai Tahan Lama Harga Rp 2 Jutaan
Secara normal, lambung memiliki lapisan pelindung berupa lendir bikarbonat. Namun, saat stres berkepanjangan, fungsi perlindungan ini menurun sehingga risiko gangguan lambung meningkat.
“Sehingga orang berpotensi terkena gangguan di lambung. Biasakan diri untuk berlatih menenangkan pikiran dan relaksasi,” jelas dr. Suwito.
Hindari Rokok dan Alkohol
Kebiasaan merokok juga berpengaruh besar terhadap kesehatan saluran cerna. dr. Suwito menyebut, perokok cenderung lebih mudah mengalami kenaikan asam lambung.
Akibatnya, risiko refluks atau GERD (gastroesophageal reflux disease) pun meningkat. Rokok tidak hanya membahayakan jantung dan paru-paru, tetapi juga sistem pencernaan.
Selain rokok, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat mengiritasi saluran cerna dan mengganggu fungsi organ pencernaan secara keseluruhan.
Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik yang teratur menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Olahraga membantu melancarkan metabolisme dan pergerakan usus, sehingga pencernaan bekerja lebih optimal.
Tak perlu olahraga berat, aktivitas ringan hingga sedang yang dilakukan secara konsisten sudah memberikan manfaat besar.
Pilih Makanan yang Cocok dengan Tubuh
Meski gaya hidup berperan besar, faktor makanan tetap tidak bisa diabaikan. Namun, dr. Suwito menekankan pentingnya menyesuaikan makanan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca Juga : Kupas Desain Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid: Tetap Familiar, Sentuhan Biru Jadi Pembeda
Tidak semua makanan sehat cocok untuk semua orang. Sensitivitas dan alergi bisa menyebabkan gangguan pencernaan meski makanan tersebut bergizi.
“Telur itu baik untuk kesehatan, tapi kalau seseorang alergi telur, sebaiknya dihindari. Begitu juga susu, tidak semua orang cocok,” jelasnya.
Jika suatu makanan atau minuman menimbulkan keluhan pada pencernaan, sebaiknya dihindari meskipun banyak orang lain yang bisa mengonsumsinya tanpa masalah.


