Viral Tren Sahur Full Protein, Dokter Gizi Ingatkan Risikonya Saat Puasa

APAAJA.NET Fenomena Sahur Full Protein kembali viral di media sosial setelah sebelumnya tren “full karbo” ramai diperbincangkan. Kali ini, sebagian orang memilih sahur hanya dengan sumber protein seperti ayam, telur rebus, dan daging, tanpa nasi atau karbohidrat lain. Tujuannya agar gula darah tetap stabil dan tubuh langsung membakar lemak sebagai energi selama puasa.

Namun, apakah tren sahur tinggi protein benar-benar aman dan efektif?

Dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih kritis dalam mengikuti tren nutrisi. Menurutnya, secara teori tubuh memang dapat menggunakan lemak sebagai sumber energi ketika asupan karbohidrat sangat rendah. Akan tetapi, kondisi puasa tidak sesederhana itu.

Apa Itu Sahur Full Protein dan Mengapa Viral?

tren sahur tinggi protein merujuk pada pola makan sahur yang menghilangkan hampir seluruh karbohidrat dan hanya mengandalkan protein sebagai sumber utama nutrisi. Menu yang sering dikonsumsi meliputi telur rebus, dada ayam, daging tanpa lemak, hingga ikan.

Banyak yang percaya bahwa Sahur Tinggi Protein bisa mencegah lonjakan gula darah dan membuat tubuh lebih cepat membakar lemak. Secara konsep, pola ini mirip dengan diet rendah karbohidrat.

Namun, saat puasa, tubuh tetap membutuhkan glukosa untuk otak dan sel darah merah. Jika asupan karbohidrat terlalu rendah, tubuh tidak hanya membakar lemak, tetapi juga bisa memecah protein otot sebagai sumber energi.

Risiko Sahur Tinggi Protein Tanpa Karbo

1. Tubuh Cepat Lemas dan Sulit Konsentrasi

Karbohidrat merupakan sumber energi utama. Tanpa karbohidrat kompleks, energi tidak bertahan lama sehingga tubuh lebih cepat lelah saat berpuasa.

2. Risiko Dehidrasi Lebih Cepat

Protein dalam jumlah tinggi membutuhkan lebih banyak cairan untuk proses metabolisme. Hal ini bisa meningkatkan risiko dehidrasi selama puasa.

3. Gangguan Pencernaan

Sahur Tinggi Protein tanpa serat dari karbohidrat kompleks, sayur, dan buah dapat menyebabkan sembelit.

4. Kehilangan Massa Otot

Jika tubuh kekurangan glukosa, protein otot bisa ikut terurai sebagai energi. Ini justru berlawanan dengan tujuan menjaga komposisi tubuh.

Menu Sahur Ideal Menurut Dokter Gizi

Alih-alih Sahur Tinggi Protein, dokter gizi menyarankan menu sahur dengan komposisi gizi seimbang. Sahur ideal bukan berarti nol karbohidrat, melainkan mengombinasikan:

Karbohidrat Kompleks

Seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum untuk energi stabil dan tahan lama.

Protein Berkualitas

Telur, ayam, ikan, tahu, dan tempe membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Lemak Sehat

Alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun mendukung metabolisme tubuh.

Serat dari Sayur dan Buah

Serat membantu pencernaan tetap lancar selama puasa.

Kombinasi nutrisi tersebut membuat energi lebih stabil, tubuh tidak mudah lemas, dan aktivitas selama puasa tetap optimal.

Apakah Sahur Full Protein Boleh Dicoba?

Sahur Tinggi Protein sebenarnya tidak sepenuhnya salah, tetapi tidak disarankan untuk mayoritas orang. Pola makan ekstrem tanpa keseimbangan gizi justru bisa mengganggu kondisi tubuh selama puasa.

Jika ingin menjaga berat badan atau kadar gula darah tetap stabil, fokuslah pada porsi dan keseimbangan nutrisi, bukan menghilangkan satu kelompok makanan sepenuhnya.

Baca Juga : Berencana Bukber ‘All You Can Eat’? Ini Tips Biar Tak Berujung Begah-Susah BAB

Tren sahur tinggi protein memang terlihat menarik, tetapi tetap perlu keseimbangan agar puasa berjalan optimal. Jangan sampai Sahur Full Protein yang terlihat meyakinkan justru membuat puasa terasa lebih berat dan tubuh kehilangan energi pentingnya.

Related Posts

Viral Ubi Cilembu Yogurt untuk Diet, Betulan Ngefek? Ini Kata Dokter Gizi
  • February 27, 2026

APAAJA.NET – TikTok kembali menghadirkan tren makanan sehat. Kali ini, yang ramai diperbincangkan adalah kombinasi ubi Cilembu dan Greek yogurt. Banyak kreator menyebut menu ini cocok untuk diet. Bahkan, sebagian…

Read More

Continue reading
Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Teman usai Cinta Ditolak, Mungkinkah Erotomania?
  • February 27, 2026

APAAJA.NET – Kasus Mahasiswa UIN Suska Riau bacok teman menjadi sorotan publik setelah aksi kekerasan tersebut terjadi di lingkungan kampus. Pelaku diduga nekat melakukan penyerangan karena sakit hati usai cintanya…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *