7 Cara Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?” Saat Lebaran

APAAJA.NET – Lebaran adalah waktu yang penuh kebahagiaan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Selain menyantap hidangan lezat dan menikmati momen kebersamaan, ada satu pertanyaan yang kerap membuat suasana menjadi sedikit canggung, yaitu “Kapan nikah?”. Pertanyaan ini sering kali datang dari keluarga yang peduli dan ingin tahu perkembangan hidup kita. Bagi yang belum siap menikah atau masih sendiri, pertanyaan ini bisa menjadi beban tersendiri. Namun, jangan khawatir, ada banyak cara untuk menjawabnya dengan santai tanpa membuat suasana menjadi tegang. Berikut adalah 7 cara cerdas yang bisa kamu coba saat menghadapi pertanyaan “Kapan nikah?” saat Lebaran!

1. Jawab dengan Candaan Ringan

Salah satu cara terbaik untuk meredakan ketegangan adalah dengan menjawab pertanyaan tersebut dengan humor. Misalnya, kamu bisa mengatakan, “Masih nunggu tante kasih rekomendasi calon yang cocok nih!” atau “Wah, nanti kalau sudah dapat sponsor buat resepsi deh!” Candaan ringan seperti ini bisa membuat suasana menjadi lebih santai dan mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang bisa jadi mengganggu.

2. Jawab dengan Santai tapi Tegas

Jika pertanyaan ini mulai terasa mengganggu, kamu bisa memberikan jawaban yang tegas namun tetap sopan, seperti: “Masih menikmati hidup dulu, Tante” atau “Doain aja ya, kalau sudah siap pasti dikabari.” Jawaban ini menunjukkan bahwa kamu tidak ingin membahas topik tersebut lebih lanjut dan memberi tahu mereka bahwa kamu memiliki kehidupan pribadi yang ingin kamu jalani dengan cara yang kamu tentukan sendiri.

Baca Juga: Faiz Omah Iwak: Sentra Perikanan di Banjarnegara, Sediakan Ikan Segar untuk Lebaran

3. Alihkan Topik Pembicaraan

Jika kamu merasa tidak nyaman dengan pertanyaan tersebut, segera alihkan percakapan ke topik lain. Kamu bisa mencoba kalimat seperti: “Eh, ngomong-ngomong Tante, kemarin lihat promo tiket liburan ke Bali nggak? Murah banget loh!” atau “Tante, resep opor ayam ini enak banget, ada rahasianya nggak?” Mengubah topik bisa membantu menghindari pertanyaan yang tidak ingin kamu bahas lebih lanjut.

4. Gunakan Jawaban Filosofis

Jika kamu ingin memberikan jawaban yang lebih bijak dan filosofis, cobalah untuk mengatakan sesuatu yang dapat membuat lawan bicara terdiam. Misalnya: “Jodoh itu seperti rezeki, datang di waktu yang tepat.” atau “Setiap orang punya waktunya sendiri, yang penting sekarang fokus jadi pribadi yang lebih baik.” Jawaban ini biasanya sulit dibantah dan membuat pembicaraan beralih ke arah yang lebih positif.

5. Minta Dicarikan Jodoh

Jika kamu ingin sedikit usil, kamu bisa membalikkan pertanyaan dengan humor: “Kalau Tante punya calon yang cocok, boleh dong dikenalin?” atau “Wah, kalau Tante punya kenalan yang baik, kenapa nggak dijodohin sekalian?” Cara ini bisa membuat mereka berhenti bertanya atau malah sibuk mencari pasangan untukmu.

6. Gunakan Strategi ‘Masih Fokus Karier’

Jika kamu memang sedang mengejar impian atau fokus pada karier, jelaskan dengan tegas bahwa saat ini prioritas utamamu adalah hal lain. Misalnya: “Lagi fokus membangun karier dulu, Tante.” atau “Sekarang lagi sibuk menyelesaikan pendidikan dulu, nanti kalau sudah siap pasti dipikirkan.” Jawaban ini bisa membuat mereka lebih mengerti situasimu dan tidak merasa perlu untuk bertanya lebih lanjut.

Baca Juga: Apotek Jujugan Mantun Farma: Idealisme Seorang Apoteker Menuju Bisnis Penuh Berkah di Wonosobo

7. Bersikap Tenang dan Santai

Yang terpenting adalah tetap tenang dan tidak tertekan. Ingat, pertanyaan ini biasanya muncul dari rasa kepedulian, meskipun bisa terasa mengganggu. Hadapi dengan senyuman dan tetap santai. Nikmati momen kebersamaan dengan keluarga tanpa merasa terbebani oleh pertanyaan tersebut. Terkadang, bersikap tenang dan tidak menunjukkan ketegangan akan membuat orang lain berhenti bertanya.

Pertanyaan “Kapan nikah?” memang bisa menjadi tantangan saat Lebaran. Namun, dengan cara yang tepat, kamu bisa menghadapi momen ini tanpa harus merasa canggung. Gunakan humor, alihkan percakapan, atau berikan jawaban yang bijak sesuai dengan kepribadianmu. Yang paling penting adalah tetap percaya diri dan jalani hidup sesuai dengan ritme yang kamu inginkan. Selamat menikmati Lebaran bersama keluarga tanpa beban!***

Related Posts

Kesalahan Memaknai Syukur Dapat Terjebak Zona Nyaman
  • April 3, 2025

APAAJA.NET – Syukur sering dianggap sebagai salah satu sikap hidup yang bisa mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan. Namun, tanpa disadari, pemahaman yang keliru tentang syukur justru bisa menjadi jebakan yang membuat…

Read More

Continue reading
Tetap Abadi: Menjaga Semangat Ibadah Setelah Ramadhan
  • April 2, 2025

APAAJA.NET – Ramadhan telah meninggalkan kita, tetapi semangatnya tetap hidup dalam diri kita. Bulan yang penuh berkah ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi madrasah kehidupan yang mengajarkan…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *