
APAAJANET– Pada Sabtu pagi 29 Ramadan 1446 H yang penuh keberkahan, Ustadz Nurul Fajar menyampaikan materi kultum Subuh di Mushola Alfirdaus yang berlokasi di Kalimendong RT 03/07, Danaraja, Purwanegara, Banjarnegara. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema pentingnya muhasabah diri berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga : Cara Membuat Ketupat yang Enak, Kenyal, dan Tahan Lama
Dalam ceramahnya, Ustadz Nurul Fajar mengutip hadis yang berbunyi:
“Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik dari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang harinya lebih buruk dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.”
Baca Juga : Kesiapan Masjid di Kebumen untuk Mudik Lebaran 2025
Hadis ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan amal saleh setiap hari. Ustadz Nurul Fajar menegaskan bahwa keberuntungan hakiki bukan diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari kemampuan seseorang untuk terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
Baca Juga : Nila Oktaviani: Semua Orang Punya Bakat Seni, Tanpa Seni Manusia Pasti Mati
“Setiap hari adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Jika kita tidak mengalami peningkatan, maka kita termasuk orang yang merugi. Dan jika kita membiarkan diri semakin jauh dari kebaikan, maka kita berada dalam kecelakaan,” ujar Ustadz Nurul Fajar di hadapan jamaah.

Dalam kultum tersebut, beliau juga mengajak para jamaah untuk memanfaatkan sisa bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan melakukan introspeksi diri secara rutin. Dengan demikian, diharapkan setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Jamaah yang hadir di Mushola Alfirdaus menyambut kultum ini dengan penuh antusias dan khidmat. Banyak di antara mereka yang merasa termotivasi untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan amal kebaikan dan muhasabah diri.
Dengan tersampaikannya kultum ini, diharapkan umat Islam memahami bahwa keberuntungan sejati terletak pada upaya terus-menerus memperbaiki diri setiap hari, sebagaimana pesan yang terkandung dalam hadis Nabi Muhammad SAW.