Tepuk Sakinah: Rahasia Gerakan Sederhana yang Ajarkan 5 Pilar Keluarga Bahagia

APAAJA.NET – Tepuk Sakinah kini menjadi viral karena menyimpan pesan moral penting dalam keluarga. Inovasi dari Kementerian Agama (Kemenag) ini merupakan bagian dari program Bimbingan Perkawinan (Bimwin), dirancang untuk membantu calon pengantin memahami nilai-nilai rumah tangga secara lebih mudah dan menyenangkan.

Gerakan ini tampak sederhana, namun setiap gerakan dan liriknya mengandung lima pilar utama keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, yang menjadi fondasi pernikahan harmonis dan berkelanjutan.

Berpasangan (Zawaj): Fondasi Rumah Tangga

Kata “berpasangan” mengingatkan bahwa pernikahan adalah penyatuan dua insan yang saling melengkapi. Seperti roda kendaraan, suami dan istri harus berputar seirama agar perjalanan rumah tangga tetap stabil. Pilar ini menekankan kerjasama, keseimbangan, dan saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Nestlé Indonesia Gandeng BPJPH Percepat Sertifikasi Halal untuk 5.000 UMKM, Dorong Inklusi Ekonomi Nasional!

Janji Kokoh (Mitsaqan Ghalidzan): Ikatan Suci yang Tak Tergoyahkan

Makna “janji kokoh” menegaskan bahwa pernikahan adalah ikatan suci dan tanggung jawab besar. Dalam istilah agama, mitsaqan ghalidzan adalah perjanjian agung yang mengikat kedua pihak untuk saling menjaga dan berkomitmen, baik dalam suka maupun duka. Pilar ini menanamkan nilai kepercayaan, tanggung jawab, dan komitmen jangka panjang.

Saling Cinta, Saling Hormat, Saling Jaga, dan Saling Ridho

Bagian ini mengajarkan bahwa rumah tangga yang harmonis membutuhkan kasih sayang, penghormatan, perlindungan, dan kerelaan hati. Nilai-nilai ini menjadi bahan bakar agar rumah tangga berjalan mulus tanpa gesekan ego dan kesalahpahaman. Dengan saling mendukung, pasangan dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih tenang dan harmonis.

Musyawarah untuk Sakinah: Kunci Solusi dan Harmoni

Musyawarah menjadi pilar penting untuk menyelesaikan konflik dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Melalui dialog dan pengambilan keputusan bersama, pasangan bisa menemukan solusi yang adil dan saling mendukung. Prinsip ini sejalan dengan nilai keluarga Islami yang menekankan keseimbangan, kebijaksanaan, dan kerjasama.

Baca Juga: Von Dutch Resmikan Flagship Store di Yogyakarta, Dukung Komunitas Motor dan Kustom Kulture Lokal

Lebih dari Sekadar Permainan

Tepuk Sakinah bukan untuk menggantikan materi Bimwin, melainkan menjadi alat bantu interaktif yang mudah diingat. Metode ini memungkinkan peserta memahami teori sekaligus membawa pulang pesan moral yang bisa diterapkan sehari-hari.

Dengan cara yang ringan dan menyenangkan, Tepuk Sakinah menanamkan nilai cinta, tanggung jawab, komunikasi, dan fondasi keluarga bahagia.***

Sumber: https://portalpekalongan.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-1919703163/arti-tepuk-sakinah-makna-mendalam-di-balik-gerakan-sederhana-yang-sarat-nilai-keluarga?page=all

Related Posts

Bagaimana Hukumnya Imam Memperpanjang Bacaan Shalat Berjamaah? Ini Penjelasannya!
  • February 21, 2026

APAAJA.NET – Hukum imam memperpanjang bacaan shalat berjamaah sering menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab dalam praktiknya, ada imam yang membaca surat cukup panjang saat memimpin shalat, sementara kondisi makmum…

Read More

Continue reading
Azab Orang yang Membatalkan Puasa dengan Sengaja di Bulan Ramadan, Benarkah Sangat Pedih?
  • February 20, 2026

APAAJA.NET –  Azab membatalkan puasa menjadi peringatan keras bagi umat Islam, khususnya di bulan Ramadan. Dalam buku Jalan Takwa karya Idrus Abidin, disebutkan bahwa orang yang sengaja membatalkan puasa tanpa…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *