APAAJA.NET – Menjelang Ramadan, banyak keluarga mulai memasak dalam jumlah besar untuk stok sahur dan buka puasa. Namun, apakah cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan sudah benar? Cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan sesuai saran ahli gizi penting diperhatikan agar kandungan nutrisi tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.
Kebiasaan memanaskan makanan berulang kali tanpa teknik yang tepat bisa menyebabkan penurunan zat gizi hingga memicu pembentukan senyawa tertentu yang kurang baik bagi tubuh. Lalu, bagaimana cara yang dianjurkan?
Cara Menyimpan dan Memanaskan Ulang Makanan Menurut Ahli Gizi
Menurut ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, makanan yang ingin disimpan sebaiknya dipisahkan sejak awal proses memasak, bukan setelah matang dan menjadi sisa makanan.
Artinya, jika Anda sudah berencana menyimpan sebagian masakan, pisahkan porsinya sebelum dimasak hingga benar-benar matang. Dengan begitu, kualitas gizi makanan tetap lebih terjaga.
Kenapa Tidak Disarankan Memanaskan Makanan Berkali-kali?
Memanaskan ulang makanan berulang kali dapat:
- Menurunkan kandungan vitamin yang sensitif terhadap panas
- Mengubah struktur protein
- Memicu pembentukan senyawa kimia tertentu jika prosesnya terlalu lama
Terutama pada makanan bersantan yang dimasak dalam waktu lama.
Cara Menyimpan Rendang dan Opor yang Benar
Rendang
Untuk rendang, sebaiknya disimpan saat masih tahap kalio atau setengah jadi. Pisahkan bagian yang akan disimpan, lalu masak sisanya hingga matang sempurna. Dengan metode ini, proses pemanasan ulang tidak terlalu panjang sehingga risiko kerusakan zat gizi bisa ditekan.
Opor dan Sayur Bersantan
Berbeda dengan rendang, opor cukup dipanaskan hingga satu kali titik didih sebelum disimpan. Makanan seperti sayur lodeh yang hanya dipanaskan sebentar relatif lebih aman untuk dihangatkan kembali.
Meski santan mengandung lemak MCT yang cukup stabil terhadap panas, proses pemanasan terlalu lama tetap dapat menurunkan kualitas nutrisi.
Tips Aman Menyimpan dan Memanaskan Ulang Makanan Saat Ramadan
Agar cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan tetap aman, perhatikan hal berikut:
- Pisahkan porsi sejak awal memasak.
- Simpan dalam wadah tertutup rapat.
- Dinginkan sebelum dimasukkan ke kulkas.
- Hindari pemanasan berulang kali pada porsi yang sama.
- Panaskan secukupnya hingga suhu merata.
Baca Juga : Cara Menyimpan dan Memanaskan Ulang Makanan Sesuai Saran Ahli Gizi
Dengan menerapkan cara menyimpan dan memanaskan ulang makanan yang tepat, keluarga bisa menikmati hidangan sahur dan buka puasa dengan lebih aman, sehat, dan tetap bernutrisi sepanjang Ramadan.



