Pedasnya Seblak, Waspadai Dampak Kesehatannya

APAAJA.NET Saat ini, seblak merupakan makanan favorit masyarakat, terutama remaja. Paduan rasa pedas dan, gurih menjadi alasan remaja sangat menyukainya sehingga cocok untuk disantap ramai-ramai. Ketika mereka galau, lelah, stres dengan kehidupannya seringkali memilih makan seblak untuk menghilangkan rasa itu semua.

Makanan Seblak Populer di Berbagai Dareah

Seblak yang berasal dari Jawa Barat, khususnya Bandung, kini menjadi populer di berbagai daerah sejak tahun 2000 an. Kreativitas warga sunda yang mengolah kerupuk basah berbahan dasar kencur (‘cikur‘) yang rasanya pedas dan menyengat, namun sekarang telah menjadi viral dengan topping seperti ceker, bakso, balungan, hingga berbagai macam frozen food.

Fenomena Seblak Prasmanan yang Kian Digemari

Konsep prasmanan pada gerai seblak semakin banyak hingga saat ini. Anak-anak bisa memilih isi seblaknya sendiri dengan harga yang sudah ditentukan. Mereka juga memilih  tempat yang nyaman dan estetis untuk membeli seblak.

Baca Juga: 6 Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi, Nomor 4 Paling Mengejutkan!

Bahan – Bahan dalam Pembuatan Seblak

Bahan-bahan seblak seperti kerupuk, cabai, minyak, telur, sayuran, daging cenderung mengandung kalori yang tinggi, terutama dari kerupuk (yang direbus lalu dimasak dengan minyak) dan bahan tambahan lain. Kandungan lemak berasal dari minyak yang digunakan untuk menumis bumbu dan memasak, serta dari bahan protein seperti daging olahan atau ceker ayam.

Seblak seringkali mengandung natrium yang tinggi dari penggunaan garam dan bumbu penyedap. Rasa pedas khas seblak yang berasal dari cabai mengandung capsaicin. Capsaicin dikenal memiliki manfaat sebagai antioksidan, membantu menekan nafsu makan dan baik untuk kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Selain itu, penambahan telur pada seblak bisa menambah protein dan sayur yang mengandung serat makanan yang baik untuk pencernaan.

Baca Juga: Jamur Goreng Crispy, Camilan Simpel yang Selalu Jadi Favorit

Dampak Negatif Jika Dikonsumsi Berlebihan

Namun, efek pedas dan kandungan minyak/garam berlebih bisa memicu maag, iritasi lambung, mulas. Konsumsi berlebihan dari kandungan ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi, obesitas, dan gangguan pencernaan. Melihat penyakit di zaman sekarang, remaja  seringkali mempunyai masalah kesehatan pada lambungnya dikarenakan mengkonsumsi seblak berlebihan.

Baca Juga: Hidup Sehat Tanpa Rokok Bukan Sekadar Pilihan, Tapi KebutuhanJuga: 

Kesimpulan

Meskipun demikian, dampak negatif ini dapat dikelola dengan bijaksana melalui pengendalian porsi, memilih topping yang lebih sehat seperti memperbanyak sayur dan telur, menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai toleransi tubuh, serta memperbanyak minum air putih setelah makan.

Related Posts

Tips Memasak Kolang-Kaling agar Kenyal dan Tidak Berlendir, Chef Ini Bongkar Rahasia Dapurnya!
  • February 22, 2026

APAAJA.NET – Kolang-kaling hampir selalu hadir sebagai menu andalan saat Ramadan. Teksturnya yang kenyal membuat buah ini cocok diolah menjadi kolak, es campur, hingga manisan segar. Namun, tidak sedikit orang…

Read More

Continue reading
Tradisi Berbagi Bubur Peca di Samarinda saat Ramadan, Warisan 100 Tahun yang Tetap Lestari
  • February 22, 2026

APAAJA.NET – Ramadan di Samarinda selalu menghadirkan tradisi unik yang sarat makna. Salah satu yang paling dinanti adalah Tradisi Berbagi Bubur Peca di Samarinda, yang rutin digelar di kawasan Samarinda…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *