APAAJA.NET – Tips dan trik menyimpan keju agar awet penting diketahui agar bahan makanan ini tidak cepat berjamur. Banyak orang menyimpan keju di kulkas, tetapi tetap saja keju bisa rusak atau lembap.
Jika penyimpanan tidak tepat, keju dapat berjamur lebih cepat. Akibatnya, keju yang masih cukup banyak justru terbuang percuma. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan keju dengan benar dapat membantu menjaga kualitas dan rasa keju tetap baik.
Tips dan Trik Menyimpan Keju Agar Awet di Dalam Kulkas
Salah satu cara paling penting adalah menyimpan keju dalam suhu dingin. Keju sebaiknya selalu disimpan di kulkas setelah kemasan dibuka.
Selain itu, keju perlu dibungkus kembali dengan rapat. Kamu bisa menggunakan kertas pembungkus dari kemasan asli, lalu menutupnya dengan plastik agar tidak terkena udara langsung.
Jika keju dibiarkan terbuka, embun dapat muncul pada permukaannya. Kondisi tersebut membuat keju menjadi lembap. Akibatnya, jamur akan lebih mudah tumbuh.
Suhu Ideal untuk Menyimpan Keju
Menurut American Cheese Society, suhu ideal untuk menyimpan keju adalah antara 1,6 hingga 7 derajat Celsius.
Karena itu, kulkas menjadi tempat terbaik untuk menjaga kualitas keju. Namun, ada bagian tertentu di dalam kulkas yang lebih cocok untuk menyimpan keju.
Simpan di Bagian Bawah Kulkas
Keju sebaiknya diletakkan pada bagian bawah kulkas, terutama di dekat tempat penyimpanan buah dan sayuran. Area tersebut memiliki kelembapan yang cukup baik sehingga membantu menjaga tekstur keju.
Gunakan Wadah Kaca
Selain lokasi penyimpanan, wadah juga berpengaruh pada kualitas keju. Sebaiknya gunakan wadah dari kaca karena dapat menjaga sirkulasi udara dengan lebih baik.
Dengan begitu, kelembapan di dalam wadah tetap stabil dan keju tidak mudah kering atau berjamur.
Perbedaan Keju Natural dan Keju Olahan
Tidak semua jenis keju memiliki karakter yang sama. Keju natural dan keju olahan memiliki perlakuan penyimpanan yang sedikit berbeda.
Pada keju natural, jamur tertentu memang sengaja ditambahkan dalam proses pembuatannya. Karena itu, munculnya jamur putih pada beberapa jenis keju masih dianggap normal.
Namun, jika muncul jamur hitam pada keju keras, bagian tersebut biasanya dapat dipotong. Setelah itu, bagian keju yang masih bersih tetap bisa dikonsumsi.
Tanda Keju Sudah Tidak Layak Konsumsi
Selain memperhatikan penyimpanan, kamu juga perlu mengenali tanda keju yang sudah tidak layak dimakan.
Salah satu tanda paling umum adalah perubahan rasa. Keju yang terlalu matang biasanya memiliki aroma sangat tajam seperti amonia.
Meski demikian, beberapa orang justru menyukai rasa keju yang lebih matang. Namun jika aromanya terlalu menyengat atau teksturnya berubah drastis, sebaiknya keju tidak lagi dikonsumsi.
Baca Juga : Tips dari Guru Besar IPB untuk Memilih dan Menyimpan Telur yang Baik
Memahami tips dan trik menyimpan keju agar awet dapat membantu menjaga kualitas makanan ini lebih lama. Keju sebaiknya disimpan di kulkas dengan suhu sekitar 1,6 hingga 7 derajat Celsius.
Selain itu, keju perlu dibungkus dengan rapat dan disimpan di wadah yang tepat. Dengan cara tersebut, keju tidak mudah lembap dan risiko munculnya jamur dapat diminimalkan.



