ERP Bukan Tol! Ini Perbedaan Mendasar yang Wajib Diketahui Masyarakat

APAAJA.NET – ERP bukan tol? rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Banyak masyarakat, terutama dari daerah, yang masih mengira ERP adalah tol dalam kota versi baru. Padahal, meskipun sama-sama memungut biaya dari pengguna jalan, ERP dan jalan tol memiliki fungsi, cara kerja, serta tujuan yang berbeda secara fundamental.

Baca Juga: ERP Jakarta di Tengah Gelombang PHK: Solusi Kemacetan atau Beban Tambahan bagi Masyarakat?

Dilansir adri Portal Pekalongan, agar tidak salah kaprah, berikut adalah penjelasan sederhana namun penting mengenai perbedaan ERP dan jalan tol yang perlu diketahui oleh semua pengguna jalan.

1. Tujuan Utama: Pengaturan vs Percepatan

  • ERP (Electronic Road Pricing):
    Dirancang untuk mengurangi kemacetan dan polusi di kawasan padat seperti pusat kota. Sistem ini tidak bertujuan mempercepat perjalanan, tapi untuk mendisiplinkan penggunaan kendaraan pribadi agar masyarakat terdorong menggunakan transportasi umum.
  • Jalan Tol:
    Dibangun dengan tujuan mempercepat perjalanan, khususnya antarkota. Tol memberikan jalur bebas hambatan dengan akses terbatas untuk kendaraan tertentu.

2. Lokasi Penerapan: Jalan Umum vs Jalan Khusus

  • ERP diterapkan di jalan umum yang sudah ada, contohnya Jalan Sudirman, Thamrin, dan beberapa jalan protokol di Jakarta. Jalan yang sebelumnya gratis bisa dikenai tarif saat ERP aktif.
  • Tol adalah jalan khusus yang dibangun terpisah dari jalan biasa, seperti tol dalam kota atau antarprovinsi. Hanya kendaraan tertentu yang boleh melintas, dan strukturnya dibuat eksklusif.

3. Waktu Operasional: Terbatas vs 24 Jam

  • ERP hanya berlaku pada jam-jam tertentu, biasanya pukul 05.00–22.00 WIB. Hal ini untuk mengatur volume lalu lintas saat jam sibuk.
  • Tol berlaku 24 jam penuh, tanpa pembatasan waktu operasional.

4. Sistem Pembayaran: Otomatis vs Manual

  • ERP menggunakan sistem pembayaran otomatis tanpa palang. Kamera mendeteksi kendaraan dan langsung mengenakan tarif ke akun pengguna. Pengendara tidak perlu berhenti.
  • Tol menggunakan gerbang tol dengan palang, di mana pengguna harus berhenti untuk membayar, baik secara manual atau melalui kartu e-toll.

5. Jenis Jalan dan Akses

  • ERP diterapkan di jalan biasa, yang disulap menjadi jalan berbayar selama jam tertentu. Tujuannya lebih ke mengatur efisiensi penggunaan jalan.
  • Tol adalah jalan eksklusif yang tidak bisa diakses sembarangan. Hanya kendaraan tertentu yang boleh lewat, dan biasanya memiliki standar konstruksi yang berbeda dari jalan umum.

Tujuan Akhir yang Berbeda

  • ERP bertujuan untuk mengendalikan volume kendaraan, menekan kemacetan, serta mendorong penggunaan transportasi publik. Ini adalah bentuk pengelolaan lalu lintas kota yang lebih modern dan terintegrasi.
  • Tol bertujuan memberikan alternatif jalur cepat bagi pengguna kendaraan pribadi, terutama yang ingin menempuh perjalanan jauh dengan waktu tempuh lebih singkat.

ERP bukan tol dan bukan pula pengganti tol. Sistem ini tidak dibangun untuk mempercepat perjalanan, melainkan sebagai alat pengendali lalu lintas di kawasan padat. Dalam konteks Jakarta, ERP diharapkan dapat membuat warga lebih bijak dalam memilih moda transportasi dan turut serta mengurangi beban kemacetan serta polusi udara.

Bagi masyarakat daerah yang datang ke Jakarta, penting untuk memahami bahwa ERP akan diterapkan di jalan yang selama ini gratis. Maka dari itu, pemahaman yang benar soal ERP sangat dibutuhkan, agar tidak terjadi kebingungan atau salah persepsi saat sistem ini mulai berjalan.

Dengan pemahaman yang tepat, kita semua bisa menyikapi kebijakan ERP dengan lebih rasional — sebagai bagian dari solusi transportasi kota modern yang berkelanjutan.***

Related Posts

Moreno Soeprapto, Dari DPR RI hingga Ketua Umum IMI: Bukti Konsistensi Anak Muda Pegang Banyak Peran Strategis
  • February 3, 2026

APAAJA.NET – Profil Moreno Soeprapto: Figur Multiperan di Politik, Otomotif, dan Bisnis Moreno Soeprapto merupakan salah satu tokoh nasional yang dikenal mampu menjalankan berbagai peran strategis secara bersamaan. Sejak 2014,…

Read More

Continue reading
Prabowo dan BGN Terkejut, Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Jadi Perhatian Serius Gedung Putih AS
  • February 3, 2026

APAAJA.NET – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini mendapat perhatian serius dari kalangan internasional, termasuk para…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *