
Apaaja..net – Proyek Ibu Kota Negara (IKN) yang merupakan proyek warisan Mantan Presiden RI Joko Widodo ditengarai sepi investor, tentu saja hal ini memunculkan pertanyaan dari banyak pihak mengingat rencana Shalat Id di IKN tidak terealisasi. Lantas mengapa minat investor menurun?
Jadi gini, awalnya memang banyak banget yang tertarik untuk beriinvestasi di IKN. Sampai ratusan surat minat investasi (LoI) masuk. Tapi, saat dievaluasi, ternyata banyak yang cuma tertarik jadi kontraktor atau pemasok bahan baku bukan menjadi real investor.
“Total LoI dulu kami pernah sampaikan sudah mencapai lebih dari 500, tapi sudah kami evaluasi, tidak semua LoI itu minat investasi,” tutur Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono.
Dari 500-an LoI, nyatanya hanya sekitar 200-an yang beneran minat investasi. Itu pun, baru 40-an yang udah tanda tangan perjanjian kerja sama. Sisanya masih perlu waktu untuk mikir-mikir dulu.
Baca Juga: BKN Umumkan Progres Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024
Kenapa Pada Mikir-Mikir?
Katanya sih, investor masih pada ragu-ragu karena:
- Ketidakpastian ekonomi global: Kondisi ekonomi dunia lagi kurang stabil, hal ini tentu saja membuat para investor lebih berhati-hati untuk mengeluarkan uang.
- Risiko investasi yang besar: Proyek IKN ini kan jangka panjang, jadi risikonya juga besar. Investor tidak mungkin berinvestasi proyek besar tapi ada risiko IKN akan mangkrak.
- Perubahan kebijakan di masa depan: Investor juga khawatir kalau-kalau nanti ada perubahan kebijakan yang bisa ganggu investasi mereka. Setiap pergantian kepemimpinan, tentu akan memungkinkan pergantian kebijakan pula. Investor tentu akan berpikir ulang sembari melihat arah kebijakan pemerintah saat ini yang tengah melanjutkan estafet proyek IKN.
Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan estafet proyek pembangunan IKN, bahkan jika perlu dipercepat. Bahkan dirinya juga sempat menyoroti tentang adanya potensi bencana terutama kebakaran hutan mengingat IKN di Kalimantan mengusung konsep Forest City.
Baca Juga: Beasiswa Bangkit 2025 Segera Dibuka
Namun keraguan juga muncul saat 100 hari pertama Prabowo-Gibran menjabat, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan oleh Prabowo seakan menjadikan proyek pembangunan IKN tidak menjadi prioritas utama.
Hal ini seakan menunjukkan perbedaan prioritas antara Jokowi dengan Prabowo. Apalagi program MBG memerlukan anggaran jumbo. Jika IKN tak kunjung digagas secara serius, tentu saja akan berpotensi pada kaburnya investor karena pemerintah terkesan setengah hati untuk melanjutkan proyek pembangunan IKN.***