
APAAJA.NET – Kota Semarang diguncang aksi demonstrasi besar pada Jumat malam (29/8/2025). Ribuan massa turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan. Awalnya massa hanya berorasi sambil membawa spanduk protes. Namun, situasi berubah memanas ketika demo di Semarang berhasil menembus area Kantor Gubernur Jawa Tengah sekitar pukul 20.00 WIB.
Massa Merangsek ke Kantor Gubernur Jawa Tengah
Pintu Belakang Jadi Jalur Masuk Demonstran
Massa memanfaatkan kelengahan aparat di pintu belakang kompleks gubernuran, tepat di sisi timur Taman Indonesia Kaya. Anehnya, di titik masuk tersebut nyaris tidak ada penjagaan.
Baca Juga: Kenapa Mobil Listrik BEV Semakin Populer di Indonesia: Bebas Ganjil-Genap & Teknologi Canggih
Begitu berhasil masuk, massa mulai membakar tiga unit mobil:
- Mobil hitam pelat nomor H 1108 EZ
- Mobil warna metalik pelat H 1621 G
- Mobil putih pelat R 1456 TH
Tidak berhenti di situ, belasan kendaraan lain di area parkir juga menjadi sasaran. Kepanikan melanda saat pegawai DPRD Jateng dan Pemprov Jateng berlarian keluar gedung menyelamatkan diri.
Amukan Massa Membakar Fasilitas Umum
Selain kendaraan, kerusakan juga meluas ke:
- Kantin pegawai
- Pos Satpol PP
- Tiga unit sepeda motor
Ambar, pemilik warung sekaligus korban kerusuhan, menangis histeris.
“Dua mobil saya dirusak dan dibakar, warung juga hangus,” ujar Ambar pilu di lokasi.
Api baru bisa dipadamkan petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 20.30 WIB.
Polisi Benarkan Kerusuhan Massif
Baca Juga: Demo Jakarta 29 Agustus Malam: Massa Balik Serbu Polda Metro Jaya, Situasi Kian Memanas
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, membenarkan adanya kerusakan besar dalam kericuhan ini.
“Tidak hanya mobil, melainkan tiga motor, satu warung, dan satu pos Satpol PP ikut terbakar,” jelasnya.
Setelah penyerbuan Kantor Gubernur, massa mulai bergerak ke Simpang Lima Semarang. Laporan sementara menyebutkan pos polisi di kawasan tersebut juga dibakar.
Situasi Terkini di Semarang
Pusat Kota Masih Memanas
Hingga malam ini, suasana di pusat Kota Semarang masih jauh dari kondusif. Polisi berupaya menghalau massa dengan barikade, namun jumlah demonstran yang semakin membesar membuat situasi sulit terkendali.
Eskalasi Konflik Berpotensi Meluas
Jika ketegangan tidak segera diredakan, konflik dikhawatirkan meluas ke wilayah sekitar. Aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah kini terus berkoordinasi untuk meredam kericuhan.
Demo Semarang 29 Agustus 2025 menjadi salah satu kericuhan terbesar di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Penyerbuan ke Kantor Gubernur, pembakaran puluhan kendaraan, hingga rusaknya fasilitas umum menjadi catatan kelam yang harus segera ditangani.
Masyarakat berharap aparat keamanan dapat bertindak tegas namun humanis agar situasi kembali kondusif. Pada saat yang sama, penyelesaian kasus kematian Affan Kurniawan harus dilakukan secara transparan untuk menghindari gelombang aksi lanjutan.***