APAAJA.NET – Nama Ananda Mikola selama ini identik dengan dunia balap roda empat. Namun kini, perannya bergeser. Ia aktif di kepengurusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan secara terbuka menyuarakan ambisi besar: membenahi dan memajukan balap motor nasional.
Bagi Ananda, dunia roda dua bukan hal asing. Kecintaannya pada motorsport secara menyeluruh membuatnya melihat potensi besar yang selama ini belum tergarap maksimal, khususnya di ajang Kejuaraan Nasional Motoprix. Menurutnya, sudah saatnya Motoprix naik kelas dan tampil lebih profesional pada musim 2026.
Ia menilai, Indonesia memiliki basis penggemar dan talenta pembalap yang kuat. Namun tanpa pengelolaan yang modern dan standar kompetisi yang jelas, potensi tersebut sulit berkembang menjadi industri yang berkelanjutan.
Motoprix 2026: Bukan Sekadar Balapan, Tapi Ekosistem
Sirkuit Permanen dan Standar Safety Jadi Prioritas
Bersama Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto, Ananda menargetkan transformasi besar pada Kejurnas Motoprix 2026. Fokus utamanya bukan hanya pada peningkatan hadiah, melainkan membangun fondasi kompetisi yang sehat.
Salah satu langkah konkret adalah menghadirkan balapan di sirkuit permanen. Keputusan ini diambil demi meningkatkan standar keselamatan pembalap sekaligus memperbaiki kualitas penyelenggaraan secara menyeluruh.
“Paling utama kompetisi yang sehat, dalam arti kualitas kompetisi levelnya tinggi. Kita junjung safety, makanya Kejurnas Motoprix bakal hadir di sirkuit permanen. Dikemas bagus, bukan cuma untuk safety pembalap tapi dibenahi segalanya dan event makin berkualitas. Paddock bersih, semuanya ditingkatin, fan bagus, bikin tontonan menarik,” ujar Ananda.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa reformasi yang dirancang bukan bersifat kosmetik, melainkan menyentuh aspek fundamental kompetisi.
Industri, Regulasi, dan Manajemen Modern
Di luar lintasan, Ananda juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas dan pengelolaan profesional. Menurutnya, Motoprix harus menjadi barometer balap nasional, baik dari sisi teknis maupun manajemen event.
Target jangka panjangnya adalah membentuk ekosistem otomotif yang sehat dan berkelanjutan. Artinya, Motoprix tidak hanya menjadi ajang adu cepat, tetapi juga membuka peluang bagi sponsor, pelaku industri, tim, hingga UMKM otomotif untuk berkembang bersama.
Konsep ini menempatkan Motoprix sebagai platform strategis pembinaan pembalap muda sekaligus ruang tumbuh bagi industri balap dalam negeri. Jika dikelola serius, Motoprix bisa menjadi fondasi kuat menuju level Asia bahkan dunia.
Misi Besar: Mengangkat Martabat Balap Motor Nasional
Transformasi Motoprix 2026 menjadi ujian sekaligus peluang bagi IMI di bawah kepemimpinan Moreno Soeprapto dan dukungan Ananda Mikola. Dengan pengalaman mereka di dunia balap profesional, visi yang diusung bukan sekadar wacana.
Jika rencana ini berjalan sesuai target, Motoprix berpotensi berubah dari kejuaraan nasional biasa menjadi panggung otomotif yang prestisius dan berstandar tinggi.
Motoprix 2026 bukan lagi hanya soal siapa tercepat di lintasan, tetapi tentang bagaimana Indonesia membangun masa depan balap motor yang lebih profesional, aman, dan berkelas.



