APAAJA.NET – Upaya membangun masa depan balap nasional kembali mendapat dorongan serius. Ketua Umum Moreno Soepraptomenginisiasi pertemuan strategis bersama para pemangku event yang selama ini konsisten melakukan pembinaan pembalap. Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari langkah menyusun arah besar regenerasi talenta balap Indonesia.
Menyatukan Visi Regulator dan Promotor
Dalam forum yang berlangsung dinamis tersebut, diskusi berjalan dua arah. Para penyelenggara event menyampaikan berbagai pengalaman teknis di lapangan, mulai dari tantangan pembinaan usia dini hingga keberlanjutan karier pembalap setelah naik kelas.
Di sisi lain, regulator berupaya merumuskan sistem yang mampu menjembatani kebutuhan tersebut secara menyeluruh. Di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI), proses pembinaan diharapkan tidak lagi berjalan parsial, tetapi terintegrasi dari level grassroot sampai profesional.
Fondasi Jangka Panjang untuk Talenta Muda
Sinergi ini dinilai krusial karena ekosistem balap tidak dapat tumbuh secara instan. Dibutuhkan pola yang konsisten, regulasi yang adaptif, serta kolaborasi yang solid agar pembalap muda memiliki jalur karier yang jelas.
Moreno menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antar pemangku kepentingan. Dengan menyatukan persepsi, potensi tumpang tindih program dapat diminimalkan, sementara efektivitas pembinaan bisa ditingkatkan.
“Semoga kita bisa terus bersinergi,” ujar Moreno.
Respons dari para pelaku event pun cenderung positif. Mereka melihat langkah ini sebagai momentum memperkuat koordinasi sekaligus memperjelas arah pembinaan nasional.
Target: Siap Tembus Level Internasional
Lebih dari sekadar pembinaan domestik, visi jangka panjangnya adalah melahirkan pembalap yang mampu bersaing di level internasional. Dengan sistem yang lebih terstruktur dan berkesinambungan, Indonesia diharapkan memiliki pipeline talenta yang matang, bukan hanya bersinar sesaat.
Jika konsistensi ini terjaga, masa depan motorsport nasional bukan sekadar wacana. Fondasi sedang dibangun, dan generasi berikutnya berpeluang menuai hasilnya.



