Musim Hujan Tiba! Ini 5 Komponen Sepeda Motor yang Wajib Dicek Secara Rutin

APAAJA.NET – Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor perlu memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi motornya. Air hujan mengandung zat asam yang dapat menyebabkan korosi (karat) dan kerusakan pada berbagai komponen sepeda motor jika dibiarkan terlalu lama.

Merawat motor dengan benar saat musim hujan akan menjaga performanya tetap optimal dan membuat aktivitas berkendara lebih aman serta nyaman, bahkan saat melewati jalan basah atau diguyur hujan deras.

Berikut ini adalah 5 komponen sepeda motor yang wajib dicek secara rutin saat musim hujan:

1. Cuci Motor Setelah Terkena Hujan

Air hujan yang dibiarkan mengering di bodi motor dapat menyebabkan korosi dan jamur pada bodi maupun bagian logam. Segera cuci motor setelah dipakai hujan-hujanan atau saat motor terparkir dan terkena hujan.

Hindari menggunakan semprotan bertekanan tinggi karena bisa merusak kisi-kisi pendingin radiator atau masuk ke komponen kelistrikan.

2. Periksa Tekanan Angin Ban

Tekanan angin ban yang ideal sangat penting saat jalanan basah. Rekomendasi tekanan standar:

  • Ban depan: 29 psi
  • Ban belakang: 33 psi

Di musim hujan, tekanan angin dapat dikurangi maksimal 2 psi untuk meningkatkan daya cengkeram ban ke aspal. Permukaan ban yang lebih lebar membantu mengurangi risiko selip di jalan licin.

3. Periksa Komponen Pengereman

Komponen rem sangat krusial, apalagi di kondisi jalan basah. Pastikan:

  • Tuas rem bekerja dengan baik
  • Tidak ada kotoran menempel di celah kampas rem
  • Kabel dan kanvas rem tidak aus

Bahan kampas rem dari asbes bisa mengembang saat basah dan mengeras saat kering, sehingga perlu dicek lebih sering saat musim hujan.

Baca Juga: Ciri Kampas Kopling Motor Aus dan Dampaknya: Kenali Sebelum Terlambat

4. Periksa dan Lumasi Rantai

Air hujan dapat mempercepat karat pada rantai motor. Bersihkan dan beri pelumas rantai secara rutin setelah berkendara di tengah hujan. Pastikan ketegangan rantai berada di kisaran 2 cm, tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kendur.

Baca Juga: Cermati Angka AVG Motor agar Lebih Irit Bensin: Ini Tips Berkendara dan Perawatannya

5. Cek Busi dan Kop Busi

Busi yang basah atau terkena rembesan air bisa menyebabkan gangguan pengapian dan motor sulit dinyalakan. Periksa:

  • Kondisi fisik busi dan kop busi
  • Pastikan tidak ada rembesan air
  • Keringkan dengan lap kering bila terlihat basah***
  • Dhimas Raditya

    Menyukai hal yang berhubungan dengan tulis menulis.

    Related Posts

    Jangan Sampai Kurang! Segini Saldo e-Toll yang Dibutuhkan untuk Mudik Lebaran
    • March 14, 2026

    APAAJA.NET – Mudik Lebaran menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak masyarakat Indonesia. Sebelum memulai perjalanan pulang ke kampung halaman, berbagai persiapan perlu dilakukan agar perjalanan berjalan lancar dan nyaman.…

    Read More

    Continue reading
    Mudik Lancar! Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Layanan Premium Aman
    • March 13, 2026

    APAAJA.NET – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menggelar Sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan IdulFitri (RAFI) 2026 wilayah Bandung dan Priangan Timur secara online kepada media…

    Read More

    Continue reading

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *