APAAJA.NET – Banyak pengemudi mobil pernah mengalami kondisi rem terasa tidak menggigit maksimal setelah digunakan terus-menerus. Masalah ini sering muncul saat melintasi turunan panjang, menghadapi kemacetan padat, atau ketika pengemudi terbiasa menahan pedal rem dalam waktu lama.
Fenomena tersebut bukan sekadar perasaan semata, melainkan gejala nyata yang dikenal sebagai brake fade, yaitu penurunan kemampuan sistem pengereman akibat panas berlebih pada komponen rem.
Apa Itu Brake Fade?
Brake fade adalah kondisi ketika daya pengereman menurun karena suhu sistem rem terlalu tinggi, sehingga gesekan antara kampas dan cakram tidak bekerja optimal.
Menurut Idlan Haris, pemilik toko spareparts Mandiri Motors di Pasar Mobil Kemayoran, prinsip kerja rem sangat bergantung pada gesekan.
“Rem itu kerja dengan gesekan. Kalau gesekannya terjadi terus-menerus, suhu rem pasti naik tinggi,” jelas Idlan.
Saat suhu meningkat melampaui batas kerja normal, komponen rem tidak lagi mampu menghasilkan daya cengkeram maksimal.
Proses Terjadinya Rem Kurang Pakem Saat Panas
1. Gesekan Berulang Menghasilkan Panas Tinggi
Setiap pengereman menghasilkan panas dari gesekan kampas rem dengan cakram. Dalam kondisi normal, panas ini bisa dilepas ke udara. Namun saat pengereman:
- Terlalu sering
- Terlalu lama
- Tanpa jeda pendinginan
panas akan terakumulasi dengan cepat.
2. Sistem Rem Kehilangan Kemampuan Pendinginan
Saat panas yang dihasilkan lebih besar dari kemampuan pelepasan panas, suhu kampas dan cakram bisa naik drastis hanya dalam hitungan menit, terutama di turunan panjang.
3. Terjadi Penurunan Daya Gesek Kampas Rem
Suhu tinggi membuat koefisien gesek kampas rem menurun, sehingga meskipun pedal rem diinjak lebih dalam, daya pengereman tidak bertambah signifikan.
Penyebab Utama Rem Mobil Kurang Pakem Saat Panas
Kampas Rem Mengalami Glazing
Dalam kondisi ekstrem, permukaan kampas rem bisa mengeras dan mengilap (glazing). Akibatnya:
- Kampas menjadi licin
- Gesekan menurun drastis
- Rem terasa “kosong” atau tidak menggigit
Kualitas Kampas Rem Tidak Tahan Panas
Kampas rem berkualitas rendah umumnya:
- Cepat panas
- Tidak stabil pada suhu tinggi
- Lebih cepat kehilangan daya cengkeram
Gaya Berkendara yang Tidak Tepat
Kebiasaan menahan rem terus-menerus, terutama di turunan, mempercepat terjadinya brake fade.
Dampak Brake Fade Jika Tidak Diwaspadai
Jarak Pengereman Semakin Panjang
Mobil membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti, berbahaya dalam kondisi darurat.
Risiko Kegagalan Rem Sementara
Pada suhu ekstrem, rem bisa kehilangan fungsi sementara, kondisi yang sering disalahartikan sebagai rem blong.
Kerusakan Komponen Rem
Panas berlebih dapat menyebabkan:
- Cakram melengkung
- Kampas cepat aus
- Minyak rem mendidih
yang berujung pada biaya perbaikan lebih mahal.
Cara Mencegah Rem Mobil Kurang Pakem Saat Panas
Manfaatkan Engine Brake
Gunakan gigi rendah saat menuruni jalan untuk membantu menahan laju kendaraan tanpa membebani rem.
Hindari Menahan Rem Terus-Menerus
Gunakan teknik injak lepas (pumping brake) agar rem memiliki waktu untuk mendingin.
Gunakan Kampas Rem Berkualitas
Pilih kampas rem dengan:
- Daya tahan panas tinggi
- Spesifikasi sesuai kendaraan
- Sertifikasi kualitas jelas
Istirahatkan Kendaraan
Jika rem mulai terasa tidak pakem, berhenti sejenak untuk menurunkan suhu sistem pengereman.
Lakukan Perawatan Berkala
Periksa kondisi:
- Kampas rem
- Cakram
- Minyak rem
agar sistem pengereman selalu optimal.
Kesimpulan
Rem mobil yang kurang pakem saat panas adalah tanda terjadinya brake fade, kondisi berbahaya akibat panas berlebih pada sistem pengereman. Dengan memahami proses terjadinya, penyebab, serta cara pencegahannya, pengemudi dapat mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan selama berkendara.



