
Apaaja.net – Pertanyaan “kapan nikah?” merupakan pertanyaan yang terlampau klise untuk ditanyakan saat lebaran, beberapa orang merasa tidak nyaman dengan pertanyaan tersebut, khususnya bagi pemuda yang sudah cukup umur untuk menghadap Pak Penghulu. Bisakah kita menanyakan pertanyaan selain kapan nikah?
Memang tidak ada pertanyaan yang salah, tetapi boleh jadi pertanyaan yang kita lontarkan bisa memicu luka bathin yang kita tidak mengerti, misalnya saja ketika kita bertanya “kapan nikah” kepada saudara kita yang beberapa bulan yang lalu ditinggal nikah atau gagal dalam tunangannya, tentu saja pertanyaan itu bisa memunculkan perasaan tidak nyaman dan hanya akan membuat lebaran menjadi kurang mengasyikkan, Padahal ada loh pertanyaan yang Bisa Digunakan Selain Kapan Nikah
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa apaaja friend’s tanyakan kepada saudara, kerabat atau siapapun untuk membuka obrolan, namun tidak meninggalkan perasaan yang tidak menyenangkan:
Apa kabar, sehat?
Ini memang pertanyaan klise, namun hal ini bisa menjadi pembuka obrolan ketika bertemu dengan saudara yang sudah lama tidak bertemu.
Wah bajunya bagus, beli di mana?
Buka obrolan dengan apresiasi, buatlah lawan bicara menjelaskan di mana ia membeli baju tersebut, jangan lupa beri apresiasi jika lawan bicara bercerita tentang keberhasilannya menemukan kode gratis ongkir.
Model Jilbabnya kok bagus, nyari tutorial di mana?
Mungkin akan terkesan aneh, tapi beberapa orang khususnya perempuan akan senang mencoba modifikasi aneka model hijab ketika hari raya, buatlah lawan bicara menjelaskan tentang tutorial hijab, lumayan bisa dapat ilmu gratis.
Tanyakan harga sembako “Di situ harga minyak dan Daging berapa?”
Kita semua tahu bahwa harga sembako memang naik jelang lebaran, namun pertanyaan ini akan membuka keakraban karena kita mengalami masalah yang sama, sama-sama mengalami kenaikan harga sembako.
Dengarkanlah jika tiba-tiba lawan bicara mengeluhkan kenaikan harga yang tidak wajar, dengarkanlah jika lawan bicara mengeluhkan kesulitannya mendapatkan bahan baku untuk membuat cendol.
Apresiasilah jika lawan bicara menceritakan keberhasilannya mendapatkan harga sembako yang terjangkau, siapa tahu dia akan spill tempat belanja sembako murah.
Tambah seger aja. Pake Sunscreen apa, nih?
Jangan pernah memberikan komentar bernada negatif tentang fisik ketika bersilaturahmi, hilangkan dan kubur dalam-dalam pertanyaan seperti “kok gendutan, kok kurusan, kok kulitnya tambah hitam, rambutnya kok kriting.” Dan lain sebagainya, ingat silaturahmi keluarga besar memungkinkan kita akan bertemu dengan orang yang sudah lama tidak berjumpa, buat pertemuan menjadi lebih berkesan walau singkat.
Jika apaaja friend’s bertemu dengan saudara saat silaturahmi, berikanlah pujian atau kalimat positif, misal “Tambah seger aja, nih”
Jika bertemu dengan saudara atau kerabat berbadan gempal, tetap berikanlah pujian seperti “Keliatan tambah dewasa, ya. Otot kawat balung wesi seperti gatotkaca,”
Baca Juga: 7 Cara Menjawab Pertanyaan “Kapan Nikah?” Saat Lebaran
Lalu bagaimana jika bertemu dengan saudara yang badannya kurus? Tentu saja harus tetap memberikan pernyataan atau pertanyaan positif, “Wah tambah ramping, nih. Calon model, ya”
Gimana perjalanannya, lancar?
Pertanyaan terkait dengan perjalanan juga perlu untuk ditanyakan, boleh jadi saudara kita memiliki keluh kesah di perjalanan yang ingin diceritakan, tetapi tidak memiliki tempat untuk bercerita. Daripada bertanya seperti “kapan nikah, kapan punya anak, kapan punya adik” dan beragam pertanyaan yang berimbas pada “ketidaknyamanan lawan bicara” sebaiknya gunakanlah pertanyaan yang membuat lawan bicara bercerita dengan nyaman.
Itulah beberapa pertanyaan yang bisa digunakan selain kapan nikah saat apaaja friend’s bersilaturahmi. Semoga lebaran kali ini lancar, berkesan dan barokah, ya!***